Fly Me to The Rain
Sisa-sisa rambutnya masih kusimpan dan menjadi bagian dari kenangan pahit dan manis. Kulitnya lebih kering dan pucat pasi seolah darah tak lagi mengalir di dalam dirinya. Tatapannya yang biasanya cerah, saat itu redup.
Pada suatu malam, aku akan memeluknya dan dia menangis sambil mempertanyakan banyak hal. Dia bertanya kapan rasa sakitnya berakhir, aku tidak tahu jawabannya. Dia bertanya apa artinya semua ini, aku masih tidak tahu jawabannya.
Dia bertanya apakah aku akan tetap mencintainya walaupun tidak secantik dulu, kali ini aku tahu jawabannya.
Putriku menyukai hujan, sesuai namanya. Aku melahirkannya di tengah hujan deras. Aku dan suamiku menerobos hujan mengendarai motor untuk mengantarku ke rumah sakit karena saat itu aku akan melahirkan.
Aku ingat betapa banyak darah dan rasa sakit yang kualami. Aku ingat bagaimana dokter bicara pada suamiku kalau bisa saja aku atau anakku tidak akan berhasil.
Bagaimanapun, seorang bayi perempuan cantik berhasil kulahirkan dengan darah, keringat, dan air mata. Hujan masih turun dengan lebat. Suara tangisnya menyatu bersama hujan. Sambil mengagumi karunia yang baru diberi Tuhan padaku, kuberi nama dia Rain.
Hari ini, saat ini, aku melihatnya bermain dan menari dengan tawa riangnya bersama hujan. Rambut dan pakaiannya basah kuyup, namun tidak akan menghentikannya.
Kurasakan air mataku tumpah saat itu. Kuharap air mataku bisa bergabung dengan hujan. Aku sungguh berharap aku bisa menjadi ibu yang baik agar dia tidak perlu merasakan penderitaan semacam ini.
Aku sungguh berharap bisa menjawab semua pertanyaannya, tidak lain agar dia setidaknya bisa merasa tenang.
Kurasakan sebuah telapak tangan besar menyentuh pundakku. Kutolehkan kepalaku ke belakang dan melihat wajah sedih nan tabah suamiku.
Usianya tidak lagi muda, kerutannya nampak sangat jelas dan dalam, namun selebihnya dia sama sekali tidak berubah. Dia menggumamkan sesuatu yang tidak pernah ingin kudengar. Mengembalikan pikiranku kembali pada saat terburuk dalam hidupku.
Aku berbalik menatap jendela. Langit kembali menjadi cerah, matahari telah terlihat. Rain tidak lagi berada di sana, bersamaan dengan hujan, dia sudah pergi.
Dia terbang bersama burung-burung sekarang. Aku sungguh berharap aku bisa menjawab semua pertanyaannya.
TAMAT
Sheila Fiorencia Caroline, Siswi SMKN 1 Sungailiat

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.