Memaknai Sejarah Telok Herujo
Namun, jika dikaitkan dengan lahirnya pengantin massal setelah tahun tersebut, hal itu merupakan informasi yang kurang tepat, dikarenakan pengantin massal/Kawin Heredek sudah ada pada tahun 1937 bukan setelah 1950an sesuai dengan data sejarah yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda tahun 2021.
Banyak nilai-nilai budaya luhur terkandung dari tradisi Telok Herujo, nilai-nilai budaya luhur tersebut mempunyai fungsi atau bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan masyarakat seperti nilai tolong menolong, nilai persatuan, nilai sosial dan nilai motivator.
Dalam kegiatan pembuatan Telok Herujo terlihat adanya tolong menolong yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadi bagian dalam suatu kelompok masyarakat kampung. Di samping fungsi tolong menolong, tradisi Telok Herujo juga berfungsi sebagai alat pemersatu masyarakat.
Persatuan terbentuk berdasarkan kesepakatan dan kesamaan kepentingan. Agar pekerjaan mereka dapat diselenggarakan dengan mudah dan cepat serta tepat waktu. Nilai motivator, di mana untuk anak- anak yang mau mengkhatamkan Al Quran akan diberikan penghargaan berupa diarak keliling kampung dengan Telok Herujo.
Bagi anak-anak di Kabupaten Bangka Selatan penghargaan atas usaha mereka telah mengkhatamkan Al Quran dengan arak-arakan Telok Herujo sangat mereka idam-idamkan termasuk juga saat khitanan.
Di samping fungsi nilai di atas, tradisi Telok Herujo juga memiliki makna simbolik dari wujud telok herujo yang ditampilkan.
Bunga Seroja dikaitkan dengan keindahan, kesuburan, kemakmuran, keabadian dan spiritualitas. Telor sebagai perlambang kehidupan dan kesuburan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.