“Kami yang membuat regulasi tetapi penerapan rekayasa lalu lintas maupun pengawasan dan penindakan dilakukan oleh Korlantas Polri, baik berupa ‘contraflow’, ‘one way’, dan rekayasa lainnya. Selain itu, penambahan ‘rest area’ di jalur tol dari Jakarta ke arah timur juga perlu dilakukan karena jumlahnya dinilai kurang,” ungkapnya.

Kemudian, identifikasi perihal Pelabuhan Merak yang pada penyelenggaraan angkutan Lebaran 2022 sempat terjadi kepadatan. Saat ini, Kemenhub sudah menyiapkan tambahan pelabuhan penyeberangan untuk mengalihkan kepadatan di Merak dan Bakauheni.

“Di Merak ada Pelabuhan Ciwandan dan di Sumatera, kami siapkan Pelabuhan Panjang. Kami harapkan kepadatan di Merak-Bakauheni bisa terpecah,” ujar Menhub Budi Karya.

Selanjutnya, terkait konektivitas udara yang diprediksi akan terjadi kepadatan di sejumlah bandara, yakni: Bali, Makassar, Surabaya, dan Medan. “Kami sudah berkoordinasi dengan maskapai untuk menggunakan pesawat berukuran besar (wide body) yang sekali angkut bisa 400 orang dan meningkatkan jam operasional pesawat dari biasanya 12 jam menjadi 18 jam sehingga rotasi pesawat bisa maksimal. Kami juga berkoordinasi dengan operator bandara untuk meningkatkan jam operasional bandara,” ucapnya.

Baca Juga  Gunung Merapi di Jawa Tengah Terpantau 9 Kali Keluarkan Guguran Lava Pijar

Sejumlah hal lainnya yang disiapkan Kemenhub bersama pemangku kepentingan untuk melancarkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2023, yakni menyiapkan armada transportasi publik untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan memfasilitasi program mudik gratis untuk menekan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Kemenhub menjelaskan sebagaimana evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, faktor yang juga penting untuk menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran, yaitu sosialisasi dan dukungan dari media massa untuk menyampaikan informasi terkini terkait kebijakan dan juga mengedukasi masyarakat untuk merencanakan perjalanannya dengan baik.