“Anggarannya nanti kita cari, jadi kita menghilangkan kesan badan usaha diberikan tugas kemudian diberikan tugas kemudian dia boleh menjual pasirnya. Itu sekarang kita tidak mau lakukan saat ini, kondisi darurat,” ujar Putra asal Mentok Bangka Barat ini.

Dia menegaskan, yang menjadi fokus Pemprov Babel saat ini untuk membuka alur terlebih dahulu agar nelayan sekitar dapat keluar masuk di kawasan tersebut.

“Nanti setelah pelaksanaan itu selesai, baru nanti pengusahaan dan pemeliharaan jangka panjang akan kita bicarakan. Penanganan awal kondisi darurat, itu dulu kita bahas,” tukasnya.

Baca Juga  21 PPPK Nakes di Babar Resmi Terima SK, Wabup: Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik