​Selain menampilkan busana berbahan dasar Rejuvination, IFP juga melibatkan banyak pelaku fashion tidak hanya dari dalam namun juga dari luar negeri.

 

Total ada 6 negara terlibat di IFP 2023 yang akan digelar pada Juni 2023, diantaranya, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kazakstan, dan Australia.

 

Sementara itu, Pengerajin Batik Bekasi, Dewi Marda menjelaskan, sampah dari hasil produksi batik yang yang ia geluti jumlahnya tidaklah sedikit.

 

“Pada gelaran IFP 2023, hasil sampah yang selama ini saya kumpulkan didesain dan dibentuk menjadi busana untuk ditampilkan,” kata dia.

Di tempat yang sama, Pengerajin dan Desainer asal Sumatera Utara, Linda Panggabean menambahkan, dalam IFP 2023 menghadirkan busana berbahan Ulos Sadum yang merupakan kain khas Batak.

Baca Juga  11 Tahun Penantian, Tim U-19 Indonesia akhirnya Juara di ASEAN U-19 Boys Championship

Ulos Sadum diambil lantaran memiliki corak penuh warna yang menggambarkan keindahan dunia.

“Orang Batak selalu punya Ulos dan itu menumpuk di lemari. Karena setiap acara adat kita berganti Ulos. Makanya kemudian saya coba rancang busana dari bahan Ulos,” paparnya.

Sekedar Informasi, Indonesia Fashion Parade (IFP) 2023 akan kembali digelar dalam beberapa bulan ke depan dengan mengusung tema “Rejuvination”. Sejumlah pelaku fashion dan desainer akan terlibat dalam event tahunan tersebut.

Sumber: RRI