Kegiatan yang diikuti Kepala Puskesmas dan Kemenag Bangka membahas tahapan penurunan angka kematian Ibu dan Bayi, dimulai dari pengawasan remaja tingkat SMA sebelum masuk jenjang menikah dan hamil.

Seperti melakukan pemberian tablet penambah darah untuk remaja, memastikan hemoglobin yang tidak boleh rendah l, persiapan calon pengantin di KUA dan dilanjutkan persiapan gizi sebelum dan waktu kehamilan.

“Tujuannya memang menurunkan angka kematian ibu dan bayi, biasanya karena setelah persalinan, pas SC dan sebagainya. Jadi misalnya ada komorbit karena untuk darah kita cepat ada APD, ada Sidora untuk pendarahan sudah cepat kita tangani cuma kalau penyakit lain itu yang agak sulit ya,” kata dr. Then Suyanti di sela sela acara.(East)

Baca Juga  419 Bacaleg akan Berebut 30 Kursi DPRD Basel