Pemdes Payung Kembangkan Tanaman Idat jadi Minuman Teh
“Karena masuk kategori tumbuhan liar, pohon idat ini banyak tumbuh di hutan. Namun karena sistem penanamannya tidak sulit, kita akan coba buka kebun seluas tiga hektare di lahan ketahanan pangan milik desa tahun 2023 ini. Nanti ini akan kita kelola tim gapoktan dan poktan,” ujar Rifani.
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ini, sambung kades akan berperan sebagai koordinator, sedangkan Kelompok Tani (Poktan) akan menjadi eksekutor di lapangan. Mulai dari saat proses menanam dan panen. Bagi yang tidak tergabung, Pemdes tetap akan menampung hasilnya dari masyarakat.
“Jadi kalau masyarakat yang tidak ada di dalam poktan dan gapoktan, kami pemdes akan menampung hasil dan siap membeli tanaman idat. Jadi itu sebagai solusi yang kami tawarkan dari pemdes. Untuk itu kami meminta kerja sama yang baik dan dukungan dari masyarakat dalam mengembangkan teh pucuk idat ini,” harapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.