BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Hutan Lestasi KLHK, Agus Justianto mengungkapkan Sosialisasi Sub Nasional Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 diharapkan ada kesadaran kolektif dari semua stakeholder untuk bersama-sama mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Demikian dikatakannya pada Sosialisasi Sub Nasional Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), untuk pengendalian emisi gas rumah kaca dan juga pengendalian perubahan iklim, Rabu (1/3/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Pasir Padi Kantor Gubernur Babel ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi pada 22 provinsi di seluruh Indonesia, dan khusus di Babel dilaksanakan 1-2 Maret 2023.

Baca Juga  2 Politikus Gerindra Tak Hadir pada Rapat Paripurna HUT Kota Sungailiat, Mengapa?

“Melalui kegiatan ini, kita telah mempunyai rencana operasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 yang tentunya diterapkan untuk tingkat nasional, dimana kita berharap ini bisa dibahas dan didetilkan untuk tingkat Provinsi Babel sehingga nanti akan dibahas dengan stakeholder dimana rencana kerja di tingkat provinsi bisa disiapkan,” kata Agus Justianto.

Dan ini tentunya, tambah Agus akan mendukung upaya global yang telah dilakukan bersama negara-negara seluruh dunia untuk pengendalian emisi gas rumah kaca dan juga pengendalian perubahan iklim.

“Kenapa 2030. Berdasarkan hitung-hitungan, ternyata sektor FOLU atau sektor kehutanan dan lain-lainnya, kita bisa mencapai Net Sink 2030, selama tidak terbakar atau terdekomposisi, sebenarnya tidak ada emisi gas rumah kaca yang terjadi, nah itu berdasarkan hitungan ternyata tahun 2030 kita bisa Net Sink pada tahun tersebut,” ucapnya.

Baca Juga  Pj Wali Kota Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional SD dan SMP di Kota Pangkalpinang

“Kenapa tidak mengikuti Net Sink 2060 atau lebih cepat, karena kita melihat potensi yang ada di sektor kehutanan ini bisa berkontribusi mempercepat pencapaian net zero Emision, sehingga ditetapkan di tahun 2030. Jadi ada hitung-hitungannya,” ujarnya.