BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Stakeholders Dialogue On The Development Of The ASEAN Blue Economy Framework menjadi rangkaian pembuka Pertemuan Asean Economic Integration (HLTF-EI) and Related Meeeting, Rabu (1/3/2023) di Northem Light Ballroom Sheraton Hotel dan Resort Belitung.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh ASEAN secretariat dan delegasi dari Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipne, Thailand, Vietnam,Singapore, Cambodia, Brunei Darussalam serta sejumlah undangan lainnya seperti Korea Selatan, ERIA dan GIS.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr.Edi Prio Pambudi, mengungkapkan pemilihan Belitung sebagai lokasi pertemuan dikarenakan  potensi ekonomi dari sektor kelautan yang sesuai dengan isu utama Blue Economy.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, KPU-Polda Babel Gelar Audiensi Bahas Soal Pengamanan TPS dan Logistik

Hotel Sheraton Belitung juga sengaja dipilih, karena memiliki view pantai yang indah. Alasan lain yaitu view hotel ini langsung menghadap ke mercusuar/menara yang dijadikan pemandu bagi kapal-kapal yang berlayar.

“Kita disini untuk menuntun para pemimpin kita  dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya ekonomi biru, ” ungkap Edi Prio

Menurut Edi, para pemimpin Negara Asean pada pertemuan ke-38 Asian Summit tahun 2021 setuju untuk mendeklarasikan Blue Economy. Para Anggota berkomitmen untuk memilih pemanfaatan kelautan dan perairan secara inklusif dan berkelanjutan.