Dirinya juga mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah mendukung kegiatan ini, memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di Museum Timah Indonesia Pangkalpinang yang merupakan salah satu tempat bersejarah.

“PT Timah Tbk banyak mendukung mulai dari dana untuk penyelenggaraan kegiatan dan juga memfasilitasi tempatnya di MTI Pangkalpinang. Kita berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Sejarawan Bangka Belitung Akhmad Elvian mengatakan kegiatan ini menjadi ajang untuk edukasi dan mengingat kembali perjuangan pahlawan Bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Pulau Bangka menjadi salah satu tempat pengasingan para pemimpin negara kala itu, tepatnya di Muntok Bangka Barat. Saat diasingkan di Pulau Bangka para pemimpin negara melakukan diplomasi.

Baca Juga  Kesal Gegara Ditagih Utang dan Chip Game Slot, Krisna Bacok Penjaga Malam Simpang 7 DKT

Selama 197 hari mulai dari 22 Desember 1948 – 6 Juli 1949 para pemimpin negara diasingkan ke Pulau Bangka.

“Kedaulatan negara itu tidak hanya dulaukan melalui perjuangan fisik bersenjata, tapi juga melalui jalur diplomasi dan perjuangan fisik bersenjata. Perjuangan fisik bersenjata dilaksanakan di Jawa dan Sumatera, perjuangan diplomasi dilakukan di Bangka,” katanya.

“Pesan penting dari kegiatan ini kita mempelajari sejarah dengan benar agar tumbuh kesadaran sejarah pada generasi muda, bahwa republik dibentuk melalui perjuangan fisik bersenjata maupun perjuangan diplomasi,” tandasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri para budayawan, seniman, pelajar dan berbagai kalangan masyarakat. (Adv)