NASIONAL, TIMELINE.ID – Kekerasan seksual terhadap perempuan dilingkungan kampus atau perguruan tinggi, kembali terjadi.

Kali ini, kekerasan seksual dialami oleh 9 mahasiwi Universitas Andalas. Kejadian ini pun mendapat kecaman dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Pelaku yang berjumlah 2 orang adalah mahasiswa Universitas Andalas. Mirisnya lagi salah satu pelaku adalah seorang mahasiswi yang cukup mengenal dekat para korban bahkan dalam melakukan aksinya, pelaku sering kali menginap di kost/rumah para korban.

Diduga dalam melakukan aksinya pelaku mengambil foto dan merekam video bagian tubuh yang sensitif dari para korban. Pelaku berdalih bahwa tindaknya ini semata-mata untuk memuaskan nafsu pelaku lainya yang merupakan pacarnya.

Baca Juga  Libatkan PPATK, Polri Telusuri Aliran Dana Para Tersangka TPPO

“Kami mengecam keras apapun bentuk kekerasan seksual yang terjadi, terlebih perbuatan tersebut dilakukan oleh salah satu pelaku perempuan yang seharusnya menjaga kehormatan para korban yang sama-sama perempuan. Sebagai sesama perempuan harus saling melindungi, menghagai, dan tidak melakukan perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan lainya,” ungkap Ratna Susianawati, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, di Jakarta (1/3).

Kekerasan seksual yang terjadi di Kampus Andalas bukanlah pertama kali terjadi. Kasus serupa juga terjadi di kampus lainya dengan modus yang berbeda – beda.

Tentunya ini tidak bisa dibiarkan dan langkah cepat perlu dilakukan untuk mencegah kasus seperti ini tidak terulang kembali dengan mengusut tuntas dan memastikan pelindungan dan pemenuhan hak para korban.

Baca Juga  Arus Balik Lebaran, 47 Ribu Penumpang Kapal Ferry Padati Pelabuhan Bakauheni

“Terkait kasus ini, KemenPPPA langsung berkoordinasi dengan para pihak terkait seperti Kompolnas, Satgas PPKS Unand, dan UPTD PPA Sumatera Barat untuk memastikan kasus ini segera ditangani dan para korban segera mendapatkan pendampingan baik secara psikologis, maupun proses hukumnya. Kasus ini agar diusut tuntas dan melihat kemungkinan jumlah korban dapat bertambah” jelas Ratna.