Kisah Ramadhan yang Butuh Perhatian, tetap Semangat Sekolah meski Harus Dibopong
“Kalau diagnosis dokter, tulang ekor dia bermasalah. Mungkin akibat jatuh itu. Segala macam pengobatan, tradisional juga. Tapi, tidak ada perkembangan. Kami ini, karena saya juga kerja serabutan, jadi tidak mampu bawa ke dokter terus. Kami sekarang hanya mengandalkan obat tradisional,” lanjutnya dengan suara lirih.
Kendati demikian dengan keterbatasannya, Rama merupakan bocah yang bersemangat tinggi. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sungailiat ini sangat rajin berangkat ke sekolah.
Sebagai ayah yang membesarkan Rama seorang diri, setelah berpisah dengan istrinya, tentu saja Harli kagum dengan keinginan dan semangat Rama untuk belajar, namun dia serentak kerap memikirkan keinginan anaknya tersebut, terhalangi kondisi fisik yang sangat memprihatinkan.
“Ya, karena kami kondisinya sekarang ini, paling hanya bawa Rama berobat tradisional. Kalau ada info orang bisa ngobatin, kami ke sana. Tapi, kalau ke dokter, kami tidak mampu,”ulangnya.
Lebih lanjut, Harli sangat berharap ke depannya Rama mendapat bantuan, terutama dalam hal pengobatan. Karena, sampai saat ini dia terus berjuang mencari pemasukan seadanya demi kesembuhan Rama.
“Semoga nanti kalau sudah rezekinya Rama, ada yang bantu. Demi kesembuhan anak saya,” harap Harli.(East)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.