Ayo Membuka Jendela Dunia dengan Membaca dan Menulis
oleh: Muchlis Kadafi, S.Tr.T, Tenaga Pendidik Program Studi Otomotif SMKN 1 Airgegas
Buku merupakan jendela dunia. Seumpama cahaya akan masuk dan menerangi isi rumah atau suatu bangunan dengan cara membuka jendela rumah tersebut, untuk membuka jendela kuncinya dengan membaca dan menulis, dan berhitung. Membaca dan menulis merupakan salah satu kemampuan dari peserta didik yang wajib digerakkan oleh seorang pendidik atau guru.
Penggerakan membaca dan menulis tidak lain tujuannya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang tertera dalam pembukaan UUD 1945. Setiap orang bebas membaca dan menulis dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melanggar norma-norma Negara dan agama.
Untuk dapat menulis dengan baik, seseorang harus banyak membaca. Saat ini, membaca tidak harus ke perpustakaan, tidak harus melalui media cetak akan tetapi media online juga sangat mendukung untuk membaca.
Pemerintah melalui Kementerian pendidikan dan kebudayaan telah mengukung adanya kegiatan membaca dan menulis dengan program guru belajar dan berbagi seri literasi dan numerasi. Oleh karena itu, seorang guru menjadi garda terdepan dalam contoh literasi dan numerasi bagi peserta didik.
Untuk memudahkan proses membaca dan menulis seyognya seorang guru mesti melakukan upgrade teknologi dan informasi. Karena teknologi dan informasi merupakan sarana pendukung dan salah satu penyangga dalam mencapai tujuan yang diamanatkan UUD 1945.
Salah satu kebutuhan manusia adalah pendidikan, makanan, pakaian, dll. begitu juga dengan kecerdasaran peserta didik adalah dengan membaca dan menulis serta kemampuan menyelesaikan masalah dengan solusi yang paling relevan dan akurat.
Saat ini, remaja kurang bersemangat dalam membaca dan menulis. Maka tugas dari orangtua atau guru harus menjadi contoh dan membiasakan diri dalam membaca dan menulis.
Peserta didik merupakan bagian dari masyarakat yang sejatinya adalah penyambung estafet bangsa. Penyambung estafet berarti generasi penurus yang diharapkan mampu melakukan pergerakan roda pendidikan, ekonomi, sosial, politik, budaya, agama, dll.
Untuk mencapai hal tersebut suka atau tidak suka proses membaca merupakan salah satu proses yang harus dilakukan para penerus bangsa.
Jika kebiasaan membaca tidak dilakukan maka dapat dipastikan apa yang diucapkan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena manusia terbatas pada usia dan pengetahuan, dll.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.