Kawasan hutan Indonesia yang memiliki luas 120 juta hektare menjadi tumpuan harapan masyarakat global dalam menyerap emisi karbon. Hal ini diutarakan Dirjen Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK, Agus Justianto dalam pembukaan Indonesia Green Forestry Environment Expo 2023 dengan tajuk “Sukseskan Indonesia’s Folu Net Sink 2030 melalui Sinergitas Sektor Kehutanan dan Sektor Industri”.

“Melalui acara pameran ini kita memamerkan contoh-contoh aksi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sekaligus menunjukan kepada masyarakat global bahwa kita (KLHK) mempunyai komitmen untuk menjaga lingkungan hidup dan kehutanan guna mengantisipasi perubahan iklim yang semakin ekstrim,” kata Agus.

Ia menambahkan, sejak 2020 Indonesia telah berhasil menurunkan angka deforestasi sampai titik terendah dalam sejarah Indonesia, mencapai 116 ribu hektare, dan terus menurun hingga saat ini.

Baca Juga  Tahun Depan Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji

Selain membuka kegiatan ini, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK, Agus Justianto juga ikut singgah di booth PT Timah Tbk bersama MIND ID Group untuk mendengarkan penjelasan tentang pengelolaan lingkungan yang dilakukan MIND ID Grup.

Kegiatan Indonesia Green Forestry Environment Expo ke-13 menjadi ajang pameran berbagai produk hasil hutan berupa kayu maupun bukan kayu yang bersumber dari praktik pengelolaan hutan lestari, upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem. (Adv)