“Meskipun demikian, garis kemiskinan Babel adalah yang tertinggi di Indonesia. Pada Maret 2022, garis kemiskinan nasional sebesar Rp505.469 per kapita per bulan dan garis kemiskinan Babel sebesar Rp801.437 per kapita per bulan,” paparnya.

Sampai dengan akhir tahun 2022, realisasi pendapatan APBN di Babel sebesar Rp4,09 triliun atau 121,76 persen dari target, tumbuh 35,70 persen (y-o-y). Realisasi Pendapatan Negara di Babel dari tahun 2020-2022 menunjukkan peningkatan, baik secara nominal maupun persentase realisasi.

“Hal ini disebabkan oleh makin meningkatnya aktivitas perekonomian di Babel seiring dengan meredanya kasus Pandemi Covid-19,” terangnya.

Kemudian penerimaan perpajakan memberikan kontribusi terbesar, yaitu 95,02 persen dari total pendapatan APBN, bersumber dari Penerimaan Pajak (88,70 persen) dan Penerimaan Bea Cukai (6,31 persen). Realisasi Belanja APBN di Babel sampai dengan akhir tahun 2022 mencapai Rp10,72 triliun atau 108,30 persen dari pagu, tumbuh sebesar 8,97 persen (y-o-y) disebabkan oleh peningkatan realisasi Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Baca Juga  7 Barongsai Meriahkan Imlek 2576 di Kelenteng Kwan Tie Miau Pangkalpinang

Analisis Sektor Unggulan dan Potensial Regional, dikatakannya, berdasarkan hasil analisis DLQ, SS-EM, dan Tipologi Klassen, didapatkan bahwa sektor unggulan Babel adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan sektor unggulan di Babel, yaitu kebanyakan nelayan dan petani di Babel masih bergantung pada tengkulak yang memberikan mereka modal namun membeli hasil tani dan melaut mereka dengan harga di bawah pasaran; faktor cuaca di Babel yang bisa menghambat pelaksanaan anggaran, misalnya pembangunan irigasi untuk mendukung sektor pertanian.
Sektor potensial di Babel yaitu Sektor Pariwisata.

“Tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan sektor potensial di Babel, yaitu pembangunan infrastruktur yang belum merata. Infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan perlu mendapat perhatian khusus untuk membuka jalur konektivitas antardaerah,” pungkasnya.

Baca Juga  Nelayan Pencari Cumi Hilang usai Perahunya Tertabrak Kapal Tongkang di Perairan Tanjung Pesona