Padahal menurut mantan Sekretaris Diskominfo Beltim ini dari total 144 sekolah, yakni 17 TK Negeri, 105 SD Negeri dan 22 SMP Negeri yang ada di Kabupaten Beltim, hampir seluruhnya membutuhkan pembangunan fisik atau pun perbaikan Sapras.

“Secara fisik hampir semua perlu. Sekarang semuanya tinggal mengajukan dalam Dapodik tadi, ada yang perlu rehab total, atau sebagian. Bahkan ada beberapa sekolah di daerah-daerah yang terpencil kondisi bangunan fisiknya cukup memprihatinkan,” ungkap Dedy.

Untuk itulah Dedy berharap pada Kegiatan Workshop Implementasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)/ Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Tahun 2023 dan Pengisian Data Sarana Prasarana Sekolah pada Dapodik Pengusulan DAK Reguler Tahun 2024 ini para kepala sekolah dan operator Dapodik paham tentang cara pengisian usulan Sapras di Dapodik.

Baca Juga  Program Gerakan Menanam di Pekarangan Belitung Timur Mampu Tekan Inflasi

“Kita berharap nanti para narasumber yang kebetulan sangat ahli dalam dana BOK/ BOS ditunjuk dari Kementerian Pendidikan ini dapat mengajari dan memberikan pemahaman terutama dalam pengisian data Sapras di Dapodik. Di mana tujuan akhirnya DAK Fisik kita ini lebih maksimal,” harap Dedy. (Kominfo Beltim)