Menteri KKP Kunjungi Kawasan Revitalisasi Mangrove PT Timah Tbk bersama Yayasan Ikebana
“PT Timah Tbk adalah bagian dari masyarakat Bangka Belitung. Industri pertambangan timah masih menjadi sumber ekonomi masyarakat Bangka Belitung dan PT Timah Tbk terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan pengelolaan lingkungan agar manfaat dan kehadiran PT Timah Tbk dapat terus dirasakan masyarakat Bangka Belitung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ucapnya.
Dengan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Untuk dan Kehutanan, PT Timah Tbk optimis bisa mewujudkan pertambangan timah yang inklusif dalam artian bisa memastikan pertambangan timah dengan aman dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan laut dan bisa berjalan beriringan untuk saling mendukung.
“Tentu bentuk inklusifitas harus kita upayakan semakin hari semakin baik untuk kemajuan bangsa dan negara dan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin tumbuh dan berkembang masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengatakan dengan adanya izin PKKPRL ini menunjukkan perusahaan patuh dan menyesuaikan dengan regulasi. Selain itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian menyikapi ini dengan cara yang cermat supaya kegiatan bisa berjalan bersama-sama.
“Khusus untuk pertambangan timah, timah yang sekarang ini diperkirakan akan berumur 30 tahun. Kuncinya eksplorasi, go Offshore go deeper. Ketika go Offshore sangat penting untuk memperhatikan aspek kelautan,” katanya.
Ia menyebutkan, dengan blue ekonomi ini semua sektor bisa hidup berdampingan karena kuncinya menjaga kondisi harmonis kegiatan pertambangan, perikanan, pariwisata dan perlindungan lingkungan lainnya.
“PKKPRL yang dikeluarkan sangat penting memberikan ruang kegiatan pertambangan harus mengikuti tata kelola kaidah pertambangan timah yang baik. Karena sesungguhnya timah yang ditambang tidak hanya memikirkan generasi masa kini tapi juga generasi masa depan,” ucapnya.
Dalam kunjungan ini, Menteri Trenggono juga melakukan penanaman mangrove dan pelepasan kepiting bakau di kawasan Pesisir Pantai Rebo.
Salurkan CSR ke Masyarakat Pesisir
Dalam kunjungan kerja ini, Menteri KKP juga menyaksikan penyerahahan CSR PT Timah Tbk kepada masyarakat pesisir dan kelompok nelayan.
PT Timah Tbk secara konsisten telah berkolaborasi dengan kelompok masyarakat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir dengan memberikan sarana dan prasarana untuk nelayan.
Selain itu, PT Timah Tbk juga melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir dengan melakukan beberapa program seperti penenggelaman rumpon dan coral garden bersama nelayan.
Program CSR anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini yang diserahkan ini berupa bantuan dermaga tambat nelayan pesisir, bantuan enam unit mesin tempel kepada nelayan, penyerahan BPJS ketenagakerjaan bagi kelompok nelayan bagi 457 nelayan dan bantuan 300 pacs bubu untuk alat tangkap nelayan.
Untuk mendukung pendidikan, PT Timah Tbk juga menyerahkan bantuan sarana pendidikan yakni hatcery (tempat penetasan) budidaya udang dan keramba jaring apung ke SMKN 2 Selat Nasik.
Salah satu penerima bantuan, Feriandi warga Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu mengaku sangat senang bisa mendapatkan mesin tempel 9,8 PK dari PT Timah Tbk.
Selama ini, dirinya hanya punya mesin tempel 3,5 PK sehingga jaraknya untuk melaut tidak terlalu jauh dan berdampak pada belum maksimalnya hasil tangkapan.
“Saya nelayan bubu tancap, biasanya kalau ke lokasi itu butuh waktu satu jam lebih karena memang mesin tempel yang saya punya hanya 3,5 PK. Sebetulnya bisa lebih cepat tapi karena mesinnya kecil. Jadi ya begitu, mau beli mesin tempel baru kita terkendala biaya juga,” katanya.
“Saya senang dan bersyukur bisa mendapatkan bantuan mesin tempel dari PT Timah Tbk. Sehingga bisa mempermudah pekerjaan saya,” katanya.
Senada, Ketua HNSI Bangka Lukman mengatakan, PT Timah Tbk kerap membantu nelayan di Bangka. Seperti bantuan BPJS Ketenagakerjaan, bantuan kecelakaan nelayan, dan bantuan lainnya.
“PT Timah Tbk kerap membantu masyarakat nelayan bersama HNSI seperti kecelakaan laut. BPJS Ketenagakerjaan dan yang lainnya,” ucapnya.
Ia berharap, sinergi dan kolaborasi PT Timah Tbk dengan masyarakat nelayan dapat terus berlanjut. (Adv)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.