Dalam kurun waktu 4 bulan, Pondok Pesantren Darul Iman berhasil memanen puluhan kilo sayuran hijau seperti pakcoy, sawi dan kangkung serta 1.600 ekor ikan nila.

Hasil panen ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan santri yang tinggal di Pesantren dan sebagian dijual kepada masyarakat dengan harga Rp.10 ribu per 200 gram sayur dan Rp.40 ribu per kilogram ikan nila.

“Ada beberapa sayuran yang kita panen, ada pakcoy kemudian ada sawi ada kangkung dan ikan insyaallah 1600 bibit yang kita semai empat bulan yang lalui insyaallah siap panen hari ini. Untuk hasil panen sesuai arahan bank indonesia sebagian kita konsumsi untuk para santriwan santriwati didalam dan sebagian lagi kita pasarkan kemasyarakat umum,” kata Pimpinan Pondok Pesantren, Muhammad Gofi Kurniawan.

Baca Juga  Lewati Masa Kritis, Bocah SMP Korban Penganiayaan di Bangka Mulai Siuman

Sementara Tumiran Ganefo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan program Kemandirian ekonomi pesantren merupakan salah satu dari 7 program prioritas Kementrian Agama yang sesuai dengan amanat Presiden RI kepada Menteri Agama RI.

“Jadi Inovasi pondok tidak saja bagaimana meengembangkan dengan segala metodologinya memahami kitab kitab kuning dan kitab kitab lain tapi agar bagaiaman pondok pesantren juga mengembangan kecakapannya dalam kehidupan beliau nanti akan disebarkan ke tengah tengah umat dan masyarakat”, kata Tumiran Ganefo.(Editor: Dedy Irawan)