Batu bara menjadi batuan yang memiliki sifat fisika dan kimia yang ditemui dalam berbagai bentuk. Unsur kimia batubara adalah karbon, hidrogen dan oksigen.

Tahap terbentuknya batu bara

Berdasarkan teori drift, teori yang menerangkan terjadinya batu bara, bahwa batu bara berasal dari tumbuhan hutan yang bukan di tempat dimana batu bara itu berada melainkan pada delta-delta.

Ciri-ciri batu bara ini antara lain berlapis tipis, terputus-putus atau tidak menerus, dan memiliki banyak lapisannya, banyak pengotor atau kandungan abu yang tinggi.

Proses terbentuknya batu bara berdasarkan teori drift terdiri dari dua tahap, yaitu tahap penggambutan dan pembatubaraan. Tahap penggambutan (peatification) merupakan proses biokimia dimana sisa-sisa tumbuhan secara akumulasi tersimpan dalam kondisi bebas oksigen di daerah rawa dengan proses pengeringan yang kurang baik dan nyaris selalu tergenang air sehingga terjadi proses pembusukan.

Baca Juga  Menjaga Asa Lewat Pendidikan, Langkah Nyata PT Timah Tbk dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045

Bahan tumbuhan yang membusuk ini akan berubah menjadi humus sehingga bakteri anaerobik serta jamur fungi akan diubah menjadi bahan gambut.

Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan penggabungan proses fisika, kimia dan biologi.

Proses ini terjadi karena temperatur, tekanan, waktu serta pengaruh sedimen yang membebani dan menutupi komponen organik gambut.(***)