Untuk inovasi katanya, Bateng terus berinovasi, salah satu inovasinya adalah Kegiatan Alternatif Warga Nelayan yang Kolaboratif dan Terintegrasi (KAWAN YOGI), melalui pemanfaatan Potensi Ekonomi Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir (PELESIR).

“Kami menciptakan kegiatan alternatif yakni budidaya dan penggemukan kepiting bakau (Crab Box Apartment) serta tambak udang vaname skala rakyat, sebelum adanya inovasi ini masyarakat pesisir mengalami kesulitan dalam mencukupi pendapatan saat musim paceklik tangkap ikan. Namun, setelah adanya KAWAN YO GI PELESIR, nelayan mampu menghasilkan rata-rata 2 hingga 3 juta rupiah per bulan, dari budidaya kepiting bakau dan tambak udang vaname skala rakyat,” terang Bupati Bateng.

Ia menambahkan, penilaian ini menjadi wadah bagi Pemkab Bateng memperkenalkan program unggulan daerah, yang berangkat dari permasalahan bersifat spesifik.

Baca Juga  Pergoki Maling, Pemilik Rumah di Sungaiselan Malah Alami Luka Tusuk

“Untuk memanfaatkan lahan bekas tambang program ini terbukti mampu mengurangi jumlah lahan kritis sebagai lahan perikanan, pertanian, pariwisata, dan sumber air baku,” pungkasnya.

Editor: Dedy Irawan