“Kami semua sepakat tolak aktivitas tambang di Laut Beriga, dan tidak perlu diprovokasi,” ucapnya.

Sementara itu, DT salah seorang warga Desa Batu Beriga mengaku mendapat surat itu dari seorang teman, namun sampai sekarang tidak tahu kebenaran dari surat tersebut.

“Informasinya memang akan ada penambangan timah di laut Beriga, cuma sampai sekarang tidak tahu siapa termasuk nama PT atau CV menambang, memang ada yang mengirim surat lewat WhatsApp, tapi saya juga kurang tahu persis surat ini surat kaleng atau sengaja untuk memperkeruh situasi,” terangnya, pada Rabu (15/3/2023) pekan kemarin.

Terkait sosialisasi dari perusahaan yang akan melakukan penambangan di laut Beriga, dirinya mengaku tidak pernah mengetahuinya.

Baca Juga  Pemkab Bangka Tengah Dukung Konsolidasi Tanah Desa Kurau dan Kurau Barat

“Kalau sosialisasi dari perusahaan itu tidak pernah ada, ini juga tidak tahu apakah benar atau hanya ingin memperkeruh suasana saja, kalau sosialisasi lewat pintu ke pintu memang ada,” pungkasnya.

Editor: Dedy Irawan