Hanya saja, saat melihat kendaraan yang didesain dengan memiliki tabung gas tersebut, menurutnya, harus ada yang ditata ulang dengan fiturnya.

Penempatan tabungnya masih memakan tempat, terutama di bagasi depan bagi motor dan bagasi belakang bagi mobil.

Di sisi lain, kendaraan berbahan bakar gas ini, lanjut Diah, tinggal memperbanyak infrastruktur pengisiannya saja.

Sarana SPBG harus tersedia di mana-mana seperti SPBU, agar masyarakat mudah mengakses gas untuk kendaraannya.

“Ini tantangan ke depan, belum sebanyak infrastruktur pengisian BBM. Saya kira bisa dintegrasikan, sehingga ke depan di setiap SPBU ada SPBG. Di negara-negara barat sudah biasa kendaraan menggunakan bahan bakar gas. Transportasi publik kita juga sudah menggunakan bahan bakar gas. Mudah-mudahan ini bisa lebih murah untuk masyarakat sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki,” tutup legislator dapil Jabar II ini.

Baca Juga  UNY Pimpin Kolaborasi Internasional Penulisan Artikel Ilmiah Bersama Akademisi dari Kazakhstan dan Uzbekistan