“Pinjaman modal itu saya manfaaatkan untuk beli mobil, tambah galon. Karena kan biasanya galon ditinggal di rumah konsumen. Alhamdulliilah sekali setelah punya mobil ini omset saya juga jauh lebih meningkat karena pelanggannya nambah,” ceritanya.

“Saya bisa nganter ke perumahan-perumahan, ke sekolah dan beberapa areal baru seperti ke kampak dan lainnya. Jadi konsumennya semakin banyak. Kalau dulu hanya 100 galon sekarang meningkatknya cukup signifikan,” ucapnya.

Selain dirinya, kata dia Ia juga memiliki satu pekerja untuk membantunya melayani pesanan konsumen. Sehingga dalam satu hari dirinya bisa menjual ratusan galon.

“Kalau hari-hari biasa itu ratusan galon lah, tapi kalau musim panas lebih banyak lagi. Karena banyak orang yang butuh air. Usaha ini memang menjanjikan tinggal mau atau tidaknya, karena modalnya hanya besar di awal saja,” sebutnya.

Baca Juga  Hasil Rekapitulasi KPU: Raih 69.013 Suara, Prabowo-Gibran Menang Telak di Bangka Tengah

Ia bersyukur, dengan adanya program PUMK PT Timah Tbk ini dirinya bisa terus mengembangkan usahanya. Bahkan ada rencana untuk menambah cabang lagi.

“Mudah-mudahan nanti kalau sudah terkumpul modal ada rencana buka cabang lagi, karena memang program PUMK PT Timah Tbk ini sangat membantu sekali untuk pelaku usaha kecil seperti kami ini,” sebutnya. (Adv)