Angga Dexora: Laporkan ke Pertamina jika Ada Penolakan Pengisian Pertalite
“Saya rasa SPBU tidak bisa memastikan bagaimana kendaraan itu memang benar milik konsumen apa bukan. Selama ini SPBU mengecek kalau biosolar kan ada fuel card dan penyesuaian dengan nopolnya, lalu kalau yang pertalite kita cuma bisa lihat nopolnya dan operator input berdasarkan nopol. Kecuali nopolnya A tapi operator catat B, itu baru tidak bisa,” jelas Angga.
Saat ditelusuri, kendaraan yang digunakan Agus merk Toyota Agya, ia menjelaskan bahwa Indetitas kendaraan tersebut baru melakukan pengisian BBM dalam kurun waktu 1 Minggu. Sehingga dirinya meminta masyarakat yang mengalami penolakan oleh SPBU saat mengisi BBM dapat melaporkan ke Pertamina.
“Di data kami memang seminggu terakhir baru sekali pengisian. Dan kendaraanya platnya sesuai dengan yang di foto ya. Kalau memang ada penolakan lagi, kabari saja kita cek nanti mobil yang isi seperti apa,” katanya.
Menurutnya pengisian BBM dengan menggunakan input manual memang memiliki resiko. Ia pun berharap implementasi full QR dapat segera berjalan sehingga tak ada lagi penyalahgunaan nomor polisi kendaraan.
“Semoga dalam waktu dekat sudah implementasi full QR jadi tidak ada lagi penyalahgunaan nopol. Saat ini kami masih menunggu arahan kapan memulainya,” tutup Angga.
Editor: Dedy Irawan

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.