“TPT Babel dari hasil sakernas pada agustus 2022 sebesar 4,77 persen. Ini berarti dari 100 orang angkatan kerja terdapat lima orang pengangguran. Pada 2022 TPT mengalami penurunan sebesar 0,26 persen poin dibandingkan dengan agustus 2021,” terang Ridwan.

Ridwan menambahkan, laju pertumbuhan ekonomi diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 95,28 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp 57,80 triliun.

“Ekonomi babel tumbuh positif di angka 4,40 persen lebih kecil dibanding tahun 2021 5,05 persen. Penurunan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh kondisi ekonomi dunia tidak stabil,” ujarnya.

Sedangkan untuk rasio gini babel naik 0,019 poin dibandingkan maret 2022 yaitu 0,236. Babel masih menjadi Provinsi dengan rasio gini terendah secara nasional.

Baca Juga  Aray Janji Kawal Kasus Aplikasi PPPK Honorer Damkar Bangka yang Bermasalah

Indeks gini adalah indikator tingkat ketimpangan pengeluaran secara menyeluruh atau rasio gini di Babel pada september 2022 terendah se Indonesia yaitu 0,255.

Dan terkait kebijakan pengelolaan keuangan daerah pada 2022 utk target dan realisasi pendapatan/penerimaan daerah selama tahun 2022, PAD ditargetkan Rp 2,515 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp 2.853 triliun lebih atau terealisasi sebesar 113,44 persen.

“Belanja Daerah pada tahun 2022 ditargetkan sebesar Rp 2,956 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp 2,403 triliun lebih atau sebesar 81,31 persen. Pembiayaan daerah tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp 440 milyar lebih di realisasi sebesar Rp 495 milyar lebih atau 112,51 persen,” ujarnya.

Baca Juga  Diresmikan Pj Gubernur Safrizal ZA, Bakuda Babel Luncurkan Layanan Samsat Drive Thru