Saat sudah berada di alam mimpi, Shera pun mengalami mimpi yang tak biasa. Ia bermimpi bertemu kupu-kupu yang motifnya sama dengan kupu-kupu yang ia temui di hutan tadi. Di dalam mimpinya, kupu-kupu itu memberitahu suatu hal kepada Shera.

“Wahai manusia, aku adalah kupu-kupu dari kepompong yang telah kau bawa pulang tadi. Tugasmu adalah mencari kepompong yang sama sepertiku di hutan tadi,” jelas kupu-kupu aneh itu masih di dalam mimpi Shera.

“Lalu,apa yang akan terjadi jika aku telah menemukan kepompongnya?” tanya Shera.

“Nanti kau akan bermimpi yang sama dengan kupu-kupu itu … lalu semua keinginanmu akan diwujudkan olehnya dalam dunia nyata. Segeralah!” desak kupu-kupu aneh itu, sebelum akhirnya lenyap dari dalam mimpi.

Saat terbangun, ternyata sudah pagi hari dan Shera masih mengingat apa pesan dari kupu-kupu di dalam mimpinya itu. Ia pun langsung bergegas siap-siap untuk berangkat ke kampus.

Sepulang kuliah, Shera pun langsung pergi menuju hutan kemarin untuk mencari kepompong sesuai perintah kupu-kupu dalam mimpinya. Shera pergi sendirian dengan menggunakan motornya tanpa seorang teman. Saat telah sampai dihutan.  Shera pun langsung ke posisi tempat di mana ia menemukan kepompong kemarin.

Baca Juga  Sepasang Telapak Kaki yang Sibuk

“Woah, sangat mudah ditemukan. Terimakasih Tuhan! Kupikir akan membutuhkan usaha besar dan waktu yang lama untuk menemukan kepompong ini,” cetus Shera kegirangan.

Tak butuh waktu lama, Shera pun langsung mendapatkan kepompong itu, lalu memasukan ke wadah kecil kemarin. Tak ingin berlama-lama di hutan,  apalagi sendirian. Shera segera pulang ke rumahnya dengan selamat dan dalam keadaan hati yang senang.

Hari telah malam dan Shera pun langsung bersiap tidur setelah mengerjakan tugas kuliah seperti biasa. Dan benar, malam itu Shera pun bermimpi didatangi oleh kupu-kupu yang sama persis dengan yang ada di mimpinya kemarin.

“Wahai manusia, kau telah menjalankan tugasmu dengan baik. Kau pantas mendapatkan apa yang memang sebenarnya pantas untukmu. Apa keinginanmu yang ingin aku wujudkan?” tanya kupu-kupu itu.

“Wahai kupu-kupu, sebelum kau wujudkan keinginanku … bolehkah aku bertanya sesuatu?” sela Shera sebelum kupu-kupu  ajaib itu mewujudkan keinginannya.

“Ya, tentu saja wahai manusia!” sahut si kupu-kupu.

“Baiklah, sebelumnya mengapa kalian memilihku untuk tugas ini  … dan mengapa perlu diwujudkan keinginannya? Apakah aku spesial atau hanya beruntung?” tanya Shera sedikit penasaran.

“Kami memilihmu karena kau adalah manusia yang baik dan dapat memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitarmu. Dan juga pada saat kau kecil kau pernah membantu salah satu dari kami yang sedang berada dalam keadaan terancam mati karena kepompongnya dihujani air dan hampir terjatuh, lalu kau memindahkan ranting pohon kepompongnya ke tempat lain yang kering dan tidak terkena air hujan. Hal baik sekecil apapun akan selalu ada balasannya begitu juga sebaliknya. Baiklah, jadi apa keinginanmu yang ingin kami wujudkan sekarang?” ucap panjang kupu-kupu itu dan diakhiri pertanyaan yang sama seperti sebelumya.

Baca Juga  Polda Babel Turunkan Tim Gabungan Buru Dua Perampok Toko Emas di Payung

“Terima kasih telah mengingat kebaikanku, wahai kupu-kupu. Aku merasa terharu. Keinginanku, bukan untuk diriku sendiri. Sebab aku telah merasa sangat bersyukur dengan kehidupanku yang sekarang bersama orang tua, teman-teman dan orang di lingkungan sekitar yang selalu berbuat baik kepadaku. Jadi, keinginanku adalah buat aku agar menjadi seseorang yang dapat selalu membantu orang-orang dan memberi pengaruh positif bagi mereka. ….”

“Sesuai perkataanmu, aku ingin menjadi orang yang memberi pengaruh positif terhadap orang lain,” ucap Shera panjang dan penuh arti.

“Wahai manusia, mulia sekali hatimu. Baiklah, akan kuwujudkan sesuai apa yang kau katakan tadi. Jadilah seseorang yang bisa membantu banyak orang dan selalu membari pengaruh positif kepada orang lain. Ini adalah pertemuan dalam mimpi kita yang terakhir. Kuharap kau akan selalu mengenangku di masa-masa mendatang, sampai kau telah mewujudkan semua keinginanmu di semasa hidupmu. Sampai jumpa,Shera,” ucap kupu-kupu itu terakhir kalinya.

Baca Juga  Syair Elegi (Mengenang Hafizah)

“Sampai jumpa, wahai kupu-kupu cantik. Terima kasih banyak. Aku akan selalu mengenangmu sampai kapanpun,” ucap Shera kepada kupu-kupu sebelum akhirnya kupu-

kupu itu menghilang.

Setelah mengatakan hal tersebut, kupu-kupu itu pun menghilang dari mimpinya dan hari berganti menjadi pagi hari saat Shera terbangun.

Setelah kejadian mimpi itu, hidup Shera berubah menjadi lebih lebih baik dari sebelumnya. Ia telah membantu banyak orang dan dikenal dengan pribadi yang sangat baik dan suka membantu oleh orang orang yang mengenalnya. Sungguh beruntung kehidupan Shera setelah bertemu dengan kupu-kupu itu, meski hanya dalam mimpinya. Keinginannya memang bukan berupa harta benda seperti emas, mutiara, berlian ataupun lainnya. Tetapi,keinginannya untuk dapat membantu banyak orang dan memberi pengaruh positif bagi banyak orang adalah keinginannya yang paling besar. Sungguh, Shera telah berhasil mewujudkan keinginan terbesarnya. Tamat

Ertofabian Torino Raynard, Siswa SMP Negeri 2 Toboali Kabupaten Bangka Selatan.