Kata Kapolres, setelah menjual handphone lamanya dan ditambah uang pemberian orang tuanya, akhirnya si pemuda tersebut dapat memiliki handphone baru.

Kejadian hampir sama, ada beberapa orang yang mengaku menjadi korban begal di berapa di wilayah hukum Polres Bangka yang ternyata hanya modus menutupi masalah yang dihadapi.

Menurut, Taufik Noor Isya kejadian tersebut tetap menjadi perhatian pihaknya. Namun dari laporan awal jajaran setelah diselidiki dan keterangan warga Desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka tidak mengetahui dan mendengar terjadinya aksi begal. Selain itu juga korban tidak melaporkan kasus tersebut.

“Apalagi infonya dalam video korban mengaku kalau memang jadi korban begal, saya harapkan melapor,” kata perwira melati dua ini.

Baca Juga  Bejat! Seorang Kurir di Bangka Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur, Perbuatannya sempat Direkam di HP