Maka, adab yang diajarkan oleh Rasulullah Saw jika suatu ketika memasak maka perbanyaklah kuahnya. Dengan maksud jangan sampai seseorang bisa tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya menahan rasa lapar. Berapa banyak hari ini tidak mengenal tetangganya, saling acuh tak acuh.

Bahkan terkadang tidak peduli dengan urusan yang menimpa orang-orang di sekitarnya. Alangkah malu rasanya saat berjumpa dengan baginda Nabi, mengaku sebagai umat Nabi Muhammad tapi jauh dari menjalankan syari’atnya.

Rasulullah juga bersabda, ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tamunya.” Betapa berilmunya seseorang yang mengatakan, ”Tidak ada yang paling kami cintai dari seorang tamu, karena rezeki tamu itu datang dari Allah, sementara pahalanya untuk kita.” Sungguh kebaikan yang dilakukan di dunia akan menjadi kemulian bagi seseorang untuk dunia dan akhiratnya.

Baca Juga  Bosan Telor Ceplok? Ini 3 Resep Telor Untuk Berbuka Puasa atau Sahur

Seperti yang disampaikan dalam sebuah hadist ,dari Abu Umamah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ”Perbuatan baik itu menghindarkan kematian-kematian yang buruk, sedekah secara rahasia memadamkan murka Allah, dan menyambung tali silaturrahim itu menambah umur.” (HR. Thabrani).

Ada banyak sekali kebaikan ketika menjadi seseorang yang bermanfaat. Barang siapa yang berusaha untuk menebarkan kebaikan, maka akan ada ganjaran yang Allah siapkan untuk setiap pelaku kebaikan. Hal ini disiapkan untuk umatnya Nabi Muhammad Saw yang berusaha mengikuti jejak Rasulnya. Semoga dengan datangnya bulan suci ramadhan ini, semakin menambah motivasi kita untuk terus menjadi manusia yang bermanfaat. Wallahu a’lam.