oleh: Ustad Abdussalam Alghozali, Wakil Pimpinan Pontren Quran Cahaya Bangka Selatan

 

Pada tulisan sebelumnya, kita membahas tentang syarat diterimanya taubat. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah memohon ampun kepada Allah SWT atau yang dikenal dengan istighfar. Kata istighfar  berasal gha-fa-ra yang berarti mengampuni atau mema’afkan. Sebagai seorang manusia, nampaknya sangat tidak mungkin ada yang terlepas dari dosa. Sehingga harus senantiasa beristighfar kepada Allah setiap hari.

Istighfar juga bermakna satara  yang berarti menutup dan syafa yang berarti menyembuhkan. Allah akan menutup aib-aibnya dari pandangan manusia, dan menyembuhkan jiwanya dari rasa ingin bermaksiat. Sehingga terlahir darinya sebuah ketaatan dan ketaqwaan kepada Rabbnya.

Baca Juga  Ramadan, Puasa, dan Solidaritas Sesama

Allah berjanji bagi orang yang beristighfa dalam firmanNya, “Maka Aku berkata  (kepada mereka), ”mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit bagimu. Dan Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai bagimu.”(Nuh: 10-12)

Manusia adalah tempat salah dan khilaf, dan Allah sudah menyiapkan cara agar manusia bisa memohon ampun kepada Rabb nya. Dan orang-orang yang senantiasa beristighfar memiliki keutamaan sendiri. Mari kita bahas apa saja keutamaan mereka.

Pertama, Memperoleh Ampunan Allah. satu ampunan Allah yang diberikan kepada kita sudah cukup untuk mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Ampunan tersebut akan diraih jika permohonan tersebut dillakukan dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga  Doa Rasulullah untuk Mengusir Jin: Arab, Latin, dan Artinya

Bukan hanya sekedar basi-basi atau sering dikenal dengan “taubat sambal” yang hanya berhenti sejenak, kemudian pada kesempatan yang lain mengulangi kembali dosa tersebut tanpa ada penyesalan darinya. Bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat, agar ampunan Allah tersebut dapat diraih.