“Tante selalu adil ya Adnan!” katanya.

“Yakin adil? Buktinya, saat Yasmine sakit aja Tante enggak tahu. Setengah tahun Om, Tante! Udah selama itu Yasmine melakukan cuci darah rutin. Dan baru kemarin, dia melewatkannya karena untuk acara pernikahan kakak nya!,” ungkap Adnan dengan kesal.

“Astaghfirullah Al azim,” Perlahan-lahan Aisha terduduk di lantai yang dingin. Ia hanya bisa menangis dan terus berdoa untuk kesehatan adiknya.

“Selama ini Yasmine selalu diam! Kalau dia sakit tidak mau bilang ke Tante, om ataupun kakak nya. Dia hanya mengurung diri di kamar. Bagaimana Tante bisa tau kalau dia sakit!,”  tuturnya.

“Saat tau dia di vonis gagal ginjal, Yasmine ingin memberitahu Tante dan Om. Tapi selalu gagal, Karena saat itu dia cerita, kalau Tante dan Om terlalu sibuk untuk acara wisuda Aisha,” ujar Adnan.

“Disini kamu juga salah. Harus nya kamu kasih tau Adnan! Jangan merahasiakan sesuatu yang besar begini!,” kata Fathur sambil berusaha menenangkan istrinya.

Baca Juga  Duka Seorang Ibu, Tribute to Hafidzah (1)

“Aku salah?! Kamu yang salah besar di sini Fathur!,” timpal Adnan dengan dingin.

“Aku?” sambung dia.

“Dari zaman kuliah sampai sekarang, Yasmine mencintaimu!,” ungkap Adnan dengan perasaan yang sakit.

“Apa?” teriak Mereka dengan terkejut.

“Terkejut?” Ejek Adnan.

“Bagaimana bisa? Kenapa Yasmine enggak bilang sama aku?,” lirih Aisha, kini hatinya sedang hancur berantakan saat mendengar rahasia-rahasia yang disembunyikan adiknya.

 

Ceklek!

Terlihat dokter keluar dari ruangan Yasmine. “Bagaimana keadaan anak saya, dokter?” kata dia.

“Pasien harus segera operasi donor ginjal. Karena saat ini, ginjal pasien sudah tidak berfungsi dengan baik,” ujar sang dokter.

“Ambil ginjal saya dok! Segera lakukan dok! Jangan sampai terlambat,” ungkap Rama dengan yakin.

“Baik kalau begitu, kita melakukan pemeriksaan dulu ya pak. Mari ikut saya,” ucap sang dokter laki-laki tersebut beserta Rama pergi meninggalkan mereka semua.

Baca Juga  MA akan Bangun Pengadilan Negeri dan Agama di Bangka Selatan, Anggarannya Rp100 Miliar

Beberapa hari kemudian setelah operasi donor ginjal berhasil dilakukan. Saat ini, semua keluarga sedang berkumpul di ruangan rawat Yasmine. Terlihat, ia yang pucat terbaring lemah.

“Sayang, lain kali kalau ada masalah begini, cerita sama papa dan mama ya,” ujar Laila sambil mengelus kepala Yasmine yang terbalut hijab.

Yasmine hanya mengangguk lemah. “Maaf Ma,” lirih Yasmine pelan.

“Iya sayang. Mama juga minta maaf ya,” tuturnya.

“Papa juga minta maaf ya saying,” ujar Rama yang berada di kursi roda. Yasmine menganggukkan kepalanya. “Terima kasih pa,” balasnya.

“Dek, Mbak minta maaf ya. Kalau selama ini, mbak bukan kakak yang baik,” ungkap Aisha sambil mencium kening Yasmine.

“Iya mbak. Yasmine juga minta maaf,” katanya lagi

“Ekhem, Assalamualaikum,” salam seseorang yang memasuki ruang rawat Yasmine.

Baca Juga  Jangan Lupa Bersyukur

“Waalaikumussalam. Eh Adnan, sini nak. Om mau ngomong,” Adnan pun mendekati Rama.

“Begini, soal lamaran kamu semalam. Sudah om sampaikan dengan Yasmine. Alhamdulillah, Yasmine menerima. Insya Allah pernikahan kalian akan dilaksanakan setelah Yasmine sembuh total,” ujar Rama sambil tersenyum.

“Alhamdulillah. Terima kasih Om, Tante. Yasmine, terima kasih,” ujar Adnan tersenyum bahagia.

“Iya, terima kasih Adnan. Selama ini, kamu sudah selalu ada buat aku,” sanjung Yasmine lirih, terlihat ia menyunggingkan senyuman.

“Aku yang seharusnya terima kasih, karena kamu sudah membalas perasaan ku,” ungkapnya.

Apapun itu, jika dijalani dengan penuh keikhlasan, insyaa Allah akan berakhir bahagia.

Tamat

Khoiriah Apriza, siswi SMAN 1 Airgegas kini tinggal di Desa Tepus Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan. Siswi yang aktif menulis ini telah membukukan beberapa karyanya lebih dari tiga buku antologi cerpen serta satu single kumpulan cerpen Ayah, Aku Rindu.