“Kesiapan semua pelaku usaha ekonomi kreatif dan sumber daya pariwisata besar artinya bagi keberadaan kota kreatif ini sebab tanpa kesiapan tentu bisa menjadi sia-sia maka semua pelaku usaha ekonomi kreatif harus berkolaborasi untuk mewujudkan apa yang diharapkan bersama,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, M Yasin menambahkan sejumlah pelaku bisnis dan komunitas sudah mewakili setiap ekonomi kreatif. Program ini juga dalam upaya pemetaan potensi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif di kota Pangkalpinang.

“Ini jadi acuan untuk perumusan kebijakan pemikiran kita dan menjadi dasar untuk memfasilitasi ekonomi kreatif. Ini sudah berlangsung di tanggal 10 sampai hari ini tanggal 13 April 2023,” katanya.

Baca Juga  Pj Gubernur Babel Suganda Tekankan Kepala OPD Untuk Genjot Serapan APBD tahun 2023

Menurut dia, tim Kementerian menetapkan subsektor unggulan yang nantinya akan mendorong subsektor lainnya. Untuk mengembangkan kreativitas memanfaatkan peluang bisnis dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam lembaga ekonomi kreatif mudah meningkatkan kemampuan ekonomi inklusif di kota Pangkalpinang.

“Ada beberapa catatan, kita mendengar langsung dari empat sub sektor ekonomi kreatif sub sektor kuliner memang di Bangka Belitung ada martabak. Otak-otak luar biasa, rasanya berbeda dengan Otak-otak di luar sana. Kita mempunyai ciri khas tersendiri. Ke depan Kota Pangkalpinang diberikan waktu selama 1 tahun untuk melakukan suatu inovasi sehingga lebih membumikan otak-otak di Nusantara,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Ekraf, Susi Erawati menambahkan program ini merupakan program unggulan Kemenparekraf RI. Kota Pangkalpinang merupakan kota ke-74 yang telah dikunjungi oleh Tim PMK3I untuk dilakukan Uji Petik dari seluruh 17 subsektor Ekonomi Kreatif di Kota Pangkalpinang. Kegiatan Uji Petik ini dimulai dari pengisian Borang yang kemudian dilakukan kunjungan lapangan untuk dilakukan penilaian oleh Tim PMK3I.

Baca Juga  Toyota Rush Seruduk Warga sedang Isi BBM di Desa Keposang Toboali, 2 Tewas

“Tim ini akan menilai sub sektor yang dapat dijadikan sub sektor unggulan yang nantinya akan menjadi lokomotif yang mengangkat sub sektor ekonomi kreatif lainnya,” sebutnya.

Hasil Uji Petik dan FGD yang telah dilakukan menempatkan Subsektor Kuliner sebagai sub sektor unggulan, dengan branding produknya yaitu “otak – otak” yang diharapkan akan menjadi ikon kuliner Kota Pangkalpinang serta dapat menjadi city branding agar lebih dikenal baik di level nasional maupun internasional.

“Meskipun Bidang Ekonomi Kreatif bisa dikatakan masih baru di Kota Pangkalpinang namun kami selalu berusaha untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif baik dari segi pelaku, produk maupun SDM Pariwisatanya,” tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya akan selalu mengedepankan kolaborasi dengan keterbatasan yang dimiliki dengan menjalin kerjasama dengan perangkat daerah lainnya. Serta seluruh aktor dan stakeholder di komunitas pelaku ekonomi kreatif, akademi sehingga menjadikan Kota Pangkalpinang menjadi Kota Kreatif dan Semakin Tersenyum.

Baca Juga  Warga Muhamadiyah Babar Potong 15 Ekor Hewan Kurban