Meski begitu, dirinya dan para petani lainnya sedang berupaya mengatasi penyakit blas dan sundeb ini dengan melakukan penyemprotan obat anti hama Fungisida Antracol maupun Manuver.

“Masalah racun dari penyakit ini kami juga sempat bingung mas, kadang-kadang petani di sini obatnya menggunakan fungisida antracol dan manuver, itu juga kurang efektif mas kalau tanaman padinya sudah diserang penyakit,”ujar Tatok

Tak hanya itu, Tatok menyebutkan, puluhan petani di Desa Rias sudah mengikuti sekolah lapang padi sawah dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan guna menangulangi penyakit tersebut.

“Sekitar 40 orang difasilitasi Dinas Pertanian untuk mengikuti sekolah lapang padi sawah dalam hal pembuatan racun, agar ke depannya petani sudah bisa mendeteksi dini penyakit potong leher dan sundeb,” tutupnya.

Baca Juga  Pelaku UKM di Mentok Dibekali Ilmu Kemudahan Berusaha

terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Basel, Risvandika dikonfirmasi menyebutkan pihaknya segera datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.