Persentase kenaikan jumlah penumpang tertinggi ada di angkutan kereta api (72,5%), disusul angkutan udara, jalan, dan laut.

Sementara itu, jumlah pergerakan kendaraan yang keluar-masuk Jabodetabek hingga H-6 lebaran tercatat mengalami penurunan untuk mobil dan kenaikan pada sepeda motor.

Jumlah mobil yang keluar Jabodetabek tercatat sebanyak 196.111 kendaraan, yang terdiri dari 123.863 kendaraan yang melewati jalan tol dan 72.248 kendaraan yang melewati jalan arteri.

Diprediksi jumlah kendaraan yang akan keluar Jabodetabek masih akan terus meningkat hingga menjelang lebaran. Pada arus mudik tahun 2022 lalu, tercatat puncak arus kendaraan terjadi pada H-3 sebanyak 226.615 kendaraan yang melewati jalan tol.

Sementara, pergerakan mobil yang melewati jalan arteri pada H-6 kemarin mengalami kenaikan 50,54% dibanding hari normal.

Baca Juga  Sesuai Arahan Presiden, Kemenag Pastikan Biaya Haji 2025 Turun

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal sebelum terjadi peningkatan arus kendaraan, yang diprediksi terjadi mulai besok (18 April) sampai dengan 21 April 2023,” tutur Adita.

Sedangkan untuk sepeda motor, tercatat sebanyak 201.700 kendaraan yang keluar dari Jabodetabek atau meningkat 36,49 % dari hari normal. Dari H-8 sampai dengan H-6, pergerakan menggunakan sepeda motor terus mengalami peningkatan.

Kemenhub mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan sepeda motor untuk melakukan perjalanan mudik jarak jauh, karena sangat rentan mengalami kecelakaan. Gunakan angkutan umum atau manfaatkan program mudik gratis agar perjalanan lebih aman dan berkesan.