“Di Stasiun Manggarai tidak ada lahan parkir yang layak, akses jalannya kecil, dan lokasinya ada di daerah padat penduduk. Saran saya, sebelum Stasiun Manggarai dipastikan mampu menampung 100 ribu penumpang per hari, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) jangan memaksakan semua penumpang KRL harus transit di stasiun ini. Benahi dulu sarana dan prasarananya,” jelas Andre.

Lebih lanjut, Andre mengingatkan Kementerian Perhubungan agar tidak memaksakan hasil kajian tahun 1987 yang merekomendasikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral termasuk untuk kereta jarak jauh diterapkan tahun 2023.

Karena kondisinya yang tidak memungkinkan.

Sementara itu, terkait penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai, pihak Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan menjanjikan akan melakukan antisipasi seperti menambah eskalator, jumlah kereta dan angkutan penghubung.

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan dan Peningkatan Harga Bahan Pokok, Satgas Pangan Polri Tekankan 4 Poin ini!

Sebelumnya, Andre juga pernah mengecek sarana dan prasarana KRL dari Stasiun Rawa Buntu ke Stasiun Palmerah,  Senin (10/4/2023). Andre naik KRL di jam berangkat kerja yang terkenal sebagai jam sibuk dan ramai penumpang.

“Pagi ini tanggal 10 April, jam 6 kurang 8 menit, kita akan berangkat ke Stasiun Rawa Buntu di Serpong untuk naik KRL menuju Stasiun Palmerah supaya dekat dengan kantor DPR untuk menjawab masukan netizen,” kata Andre.

Usai pengalamannya naik KRL di jam sibuk, Andre mengatakan memberikan masukan soal kebutuhan tambahan kereta, khususnya di jam sibuk. Netizen juga mengomentari bahwa Andre seharusnya mencoba naik KRL jalur Stasiun Manggarai.