Oklusi vena retina cabang: penyumbatan pada cabang-cabang pembuluh vena.

3. Arcus senilis

Arcus senilis adalah kemunculan cincin putih atau abu-abu yang melingkar di sisi luar kornea. Sebenarnya, kondisi mata ini lebih umum terjadi pada orang-orang yang sudah lanjut usia.

Lain halnya bila arcus senilis muncul saat Anda masih berusia muda, bisa jadi ini adalah tanda bahwa Anda memiliki kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Pada orang-orang yang memiliki kelebihan lipid akibat turunan genetik, cincin mata ini biasanya muncul sebelum usia 45 tahun.

Arcus senilis disebabkan oleh timbunan lemak di tepi kornea. Serupa dengan xanthelasma, arcus senilis tidak mempengaruhi penglihatan dan biasanya juga tidak memerlukan pengobatan.

Baca Juga  Jangan asal Sarapan Bila Tak Ingin Gagal Diet, Ini Pantangannya

4. Glaukoma

Penyakit kerusakan pada saraf optik ini disebabkan oleh tekanan bola mata yang tinggi akibat adanya penumpukan cairan dalam mata. Cairan ini biasanya mengalir keluar melalui jaringan yang disebut trabecular meshwork pada sudut pertemuan iris dan kornea.

Bila cairan diproduksi secara berlebihan atau sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, akibatnya cairan tidak dapat mengalir keluar dan mengalir ke seluruh bagian dalam mata Anda, menghilangkan penglihatan secara bertahap.

Penyakit ini cenderung diturunkan dari orang tua atau generasi sebelumnya. Namun ternyata kelebihan kolesterol juga bisa berisiko menimbulkan glaukoma di mata.

Pada sebuah studi yang diterbitkan oleh JAMA Ophthalmology tahun 2019, peneliti menemukan bahwa peningkatan kolesterol total sebanyak 20 poin dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami glaukoma sebanyak 7 persen. Risiko ini bisa berkurang dengan penggunaan obat penurun kolesterol.

Baca Juga  Jangan Banyak Menuntut, Ini 2 Sikap Lain yang Membuat Hubungan Tak Bertahan Lama

5. Plak hollenhorst

Pada kasus yang jarang terjadi, kelebihan kolesterol dapat menimbulkan kemunculan plak hollenhorst pada mata.

Plak hollenhorst merupakan plak dari sepotong kolesterol atau fibrin yang terdapat pada arteri retina mata. Kemunculan plak ini tidak menimbulkan gejala, sehingga Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda memilikinya sampai plak ini menimbulkan penyumbatan.

Plak hollenhorst dapat menyumbat arteri dan menghalangi aliran darah ke mata. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan kematian jaringan dan berisiko terhadap kebutaan.

Sementara itu, bila gumpalan plak terlepas dan bergerak ke otak, maka plak dapat menyebabkan stroke yang tak hanya memengaruhi penglihatan tapi juga mengganggu kontrol motorik dan sensorik Anda.

Baca Juga  3 Tips Sehat Makan Sate Kambing agar Terhindar dari Kolesterol

Kapan harus periksa ke dokter?

Dampak komplikasi kolesterol pada mata dapat memengaruhi penglihatan Anda secara bertahap. Oleh karena itu, segera pergi ke dokter bila Anda mulai merasakan perubahan pada penglihatan Anda.

Penanganan lebih dini dapat mencegah kerusakan mata lebih lanjut. Nantinya dokter akan menentukan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi masalah pada mata maupun kolesterol Anda.

Bila yang muncul adalah xanthelasma atau arcus senilis, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan. Meski demikian, Anda tetap harus mendapatkan pengobatan atau melakukan kebiasaan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.(***)