Sementara itu, warga Muhammadiyah telah merayakan Idulfitri sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 21 April 2023.

Perbedaan waktu perayaan lebaran Idul Fitri ini dikarenakan metode penentuannya yang berbeda.

Armizi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Bangka Barat mengungkapkan, bahwa perbedaan yang terjadi pada pelaksanaan Idul Fitri tahun ini adalah perbedaan yang biasa terjadi dan tidak mestinya menjadi perdebatan serius.

“Kalau kita (Pemerintah Kabupaten Bangka Barat) tetap mengikuti keputusan dari pemerintah pusat yang menetapkan bahwa lebaran jatuh pada hari Sabtu,” tuturnya via wawancara telepon dikutip di bangkabarat.go.id

“Intinya, hari raya Idulfitri bermakna hari kemenangan untuk semua umat Islam setelah sebulan menjalankan puasa Ramadan. (Idul Fitri) menjadi bekal kita untuk menjalani 11 bulan berikutnya hingga kembali bertemu dengan bulan Ramadan kembali,” tutup Armizi.

Baca Juga  4 Sektor Unggulan Kota Pangkalpinang Masuk Program Kemenparekraf RI