Keresahan keberadaan KIP di wilayah tersebut juga turut diungkapkan oleh pelaku pariwisata setempat, yakni Edo Firdaus selaku manajer Delocomotief Tongachi Beach.

“Lagu lama. Kami sebagai pelaku pariwisata cuma bisa mengimbau agar KIP beroperasinya tidak dekat pantai. Kalau tidak salah harus 1 mil dari bibir pantai,” ujar Edo dalam kesempatan yang sama.

Dirinya mengatakan sektor pertambangan dan pariwisata seyogyanya dapat bersinergi secara harmonis, dan tidak saling merugikan satu pihak lainnya, dikarenakan sama-sama memberikan kontribusi untuk negara.

Namun, terkait keberadaan KIP tersebut, dia hanya berharap pihak yang berwenang dapat mengevaluasi kembali supaya pelaku tambang dan pariwisata dapat saling menghargai usaha masing-masing pihak.

“KIP dan kepariwisataan harus bersinergi, karena sama-sama cari sumber keuangan dan pendapatan negara. Kami hanya sebatas bisa mengimbau, pak, karena banyak kepentingan di sana,” paparnya.

Baca Juga  Puspokal Institut Pahlawan 12 Gelar Diskusi Partisipasi Pemilih Pilkada Ulang