“Kemudian lampu tidak nyala, di sini banyak terutama motor kalo malam banyak lampu belakang mati, itu menyebabkan lakalantas,” ungkapnya.

Mengenai budaya berkendara, ditambahkan Sarwo, masyarakat di Babel sebagian ketika berbelok tidak melihat kanan dan kiri, pengendara hanya melihat jalurnya sendiri, sehingga tidak mengetahui ada kendaraan dari belakang dan ini sangat berbahaya.

“Rata-rata kayak gitu. Jadi tolong kanan kiri itu dilihat karena ini sangat berbahaya,” imbuhnya.

Kemudian faktor jalan di Bangka Belitung ini untuk jalan masuk kota cukup besar, akan tetapi tidak untuk di desa-desa, sehingga harus memperhatikan masalah marka jalan. Kemudian masalah kecepatan, kondisi jalan di Bangka cenderung halus dan sepi sehingga memicu kecepatan tinggi kendaraan.

Baca Juga  Sambut HUT ke-77 Bhayangkara, Jajaran Polres Bangka Barat Bersih-bersih Tujuh Tempat Ibadah

“Apa sih yang dikejar, jangan terlalu lah tinggi kecepatan, kan ada batas kecepatan. Kami mengarahkan ini agar lakalantas ini dapat berkurang,” pungkasnya.