3 Cara Mengatasi Masalah Yang Kerap Muncul Pada Ibu Menyusui
2. Masalah payudara bengkak saat menyusui
Payudara bengkak merupakan satu dari beberapa masalah ibu dan bayi saat menyusui. Ini bisa dikarenakan adanya penumpukan ASI di dalam payudara sehingga membuatnya terasa besar, penuh, dan keras.
Mengutip laman Office on Women’s Health, penumpukan ASI tersebut dikarenakan saluran yang seharusnya bertugas untuk mengalirkan ASI dari kelenjar payudara menuju ke puting mengalami sumbatan.
Saluran ASI tersumbat inilah yang membuat Anda merasakan sakit pada payudara disertai pembengkakan.
Penyumbatan saluran ASI ini biasanya tidak langsung terjadi pada dua sisi payudara sekaligus, melainkan hanya salah satunya.
Masa payudara bengkak ini biasanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu pertama saat menyusui.
Ketika tubuh sedang berusaha beradaptasi dengan menyusui, Anda bisa meredakan sakit dan tekanan pada payudara.
Tips mengatasi payudara bengkak saat menyusui
Berikut cara mengatasi masalah payudara bengkak saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:
●Menyusui sesering mungkin sesuai dengan keinginan bayi dan jangan dihentikan bila ia belum puas.
●Jika bayi sudah kenyang menyusu tapi persedian ASI di payudara masih cukup banyak, Anda bisa mengeluarkannya dengan cara dipompa. Baik dengan pompa ASI elektrik maupun manual.
●Berikan kompres hangat maupun dingin pada payudara untuk mengurangi rasa sakit.
●Memijat payudara dengan lembut, misalnya saat mandi, ketika payudara teraliri oleh air bersuhu panas atau dingin.
●Coba semua posisi menyusui sampai Anda dan bayi menemukan posisi yang paling nyaman.
●Gunakan bra yang tidak terlalu kencang karena bisa mempersempit aliran ASI.
●Pastikan Anda mendapatkan cairan dan istirahat yang cukup.
Jika tidak diatasi dengan benar, pembengkakan bisa berkembang lebih lanjut menjadi mastitis atau peradangan yang menyakitkan pada payudara.
3. Masalah mastitis pada ibu menyusui
Mastitis adalah masalah menyusui pada ibu dan bayi yang ditandai dengan adanya peradangan pada payudara.
Ketika payudara yang bengkak sudah meradang, tidak menutup kemungkinan dapat berkembang menjadi infeksi. Artinya, ada pertumbuhan bakteri pada jaringan payudara yang meradang.
Mastitis dapat ditandai dengan payudara memerah, keras, sakit, panas, dan bengkak. Anda juga bisa mengalami gejala seperti menggigil, sakit kepala, suhu tubuh tinggi, dan kelelahan sebagai tanda adanya mastitis.
Mastitis juga dapat disebabkan oleh penumpukan ASI pada payudara, misalnya karena saluran ASI tersumbat. Kondisi ini menyebabkan ASI menumpuk di payudara sehingga jaringan payudara meradang.
Tips mengatasi mastitis saat menyusui
Berikut cara mengatasi masalah mastitis saat menyusui agar memudahkan ibu dan bayi:
●Segera hubungi dokter bila Anda merasa mengalami gejala mastitis agar segera diberikan pengobatan yang tepat.
●Usahakan untuk memperbanyak istirahat dan minum banyak cairan.
●Berikan kompres hangat untuk meredakan peradangan.
●Bayi tetap boleh menyusui di payudara yang mengalami mastitis.
●Anda boleh menyusui bayi dari payudara yang mengalami mastitis maupun dari payudara yang sehat.
●Memompa ASI pada payudara boleh dilakukan apabila terasa sakit saat bayi menyusu langsung.
●Pastikan bayi menyusu dengan tepat.
●Cobalah posisi menyusui yang berbeda untuk mendapatkan posisi terbaik bayi, agar bisa menempel dengan tepat pada payudara Anda.
●Menyusui sesering yang bayi inginkan.
●Mengeluarkan ASI dengan tangan atau pompa setelah menyusui, terutama bila Anda merasa bayi belum menyusu dengan baik.
●Hindari memakai pakaian atau bra ketat sampai mastitis membaik.
●Cobalah memijat payudara Anda dengan sangat lembut saat bayi menyusu untuk membantu ASI mengalir dengan lancar.
●Minum obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau paracetamol untuk membantu menghilangkan rasa sakit.
Masalah mastitis dapat terjadi kapan saja selama masa menyusui sehingga membuat ibu dan bayi kurang nyaman.
Namun, paling umum terjadi di tiga bulan pertama, terutama pada minggu kedua atau minggu ketiga. Masalah menyusui ini biasanya akan segera hilang ketika ibu dan bayi mulai terbiasa dengan prosesnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.