Lebih jauh, pantauan koordinator ROS Babel itu menyebutkan keterangan dari Jumli, seorang pedagang yang berjualan di Pasar Higienis Air Ruai, Kecamatan Pemali, membenarkan bahwa harga-harga barang dagangannya saat ini masih terbilang tinggi.

Hal itu, kata dia, dikarenakan pasokan jualannya masih minim, termasuk beberapa kebutuhan sehari-hari pun masih kosong lantaran belum datang dari luar.

Satu profesi dengan Jumli, pedagang bernama Wiwin Junaidi juga mengeluhkan hal yang sama.

“Hanya cabe yang murah, Bun, yang lain masih mahal. Kemungkinan awal bulan setelah selesai arus mudik baru normal. Karena sayur banyak busuk dalam perjalanan menunggu antrian kapal. Bawang bombay saja kemarin masih Rp40 ribuan sekilonya (kg-pen),” paparnya.

Baca Juga  Bangka Barat tak Kirimkan Atlet Basket ke Porprov VI Babel, Ini Alasannya

Selain pedagang, pegiat UKM bernama Maryam, yang ditemui saat sedang berbelanja membeli barang untuk kebutuhan usahanya, berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan mengatasi harga dan pasokan barang-barang pokok masyarakat agar bisa kembali normal seperti semula.

“Kasihan pedagang, dan kami masyarakat kecil mau berjualan juga, karena masih ada barang yang kosong untuk kami buat untuk jualan lauk pauk, cuka pempek. Jangan sampai kami cari menanggung terlalu lama kondisi ekonomi seperti ini,” ungkapnya. (East)