“Jadi total ada 8 pertemuan, 7 pertemuan di antaranya itu akan dipimpin oleh Bapak Presiden, karena yang BIMP-EAGA itu akan dipimpin oleh PM (Perdana Menteri) Malaysia, karena rotasinya memang keketuaan BIMP-EAGA sedang ada di Malaysia,” jelas Menlu.

Terkait lokasi untuk KTT ke-42, Menlu menyampaikan bahwa pemilihan Labuan Bajo merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempromosikan destinasi ini secara global.

“Jadi Indonesia adalah banyak (destinasi), nah kita lakukan this time di Labuan Bajo,” ujarnya. (*)

Baca Juga  Mantan Pj Gubernur Babel Terseret Kasus Blok Mandiodo, Kerugian Capai Rp5,7 T