SASTRA,TIMELINES.ID- Ibu adalah seorang yang tentunya sangat spesial, tak perlu dipertanyakan alasannya. Namun tentunta semua orang akan sepakat dengan hal tersebut, seperti para penyair terkenal Indonesia telah banyak melahirkan karya sastra untuk menggambarkan peran ibu dalam setiap detik kehidupan.

Dilansir dari Haibunda.com, Ini 3 puisi indah karya W.S. Rendra, Chairil Anwar, dan Zawawi Imron tentang Ibu.

Ibu di Atas Debu karya W.S. Rendra

Ibu di Atas Debu
Perempuan tua yang termangu
Teronggok di tanah berdebu.
Wajahnya bagai sepatu serdadu.
Ibu! Ibu!
Kenapa kamu duduk di situ?
Kenapa kamu termangu?
Apakah yang kamu tunggu?

Jakarta menjadi lautan api.
Mayat menjadi arang.
Mayat hanyut di kali.
Apakah kamu tak tahu
di mana kini putramu?

Baca Juga  Di Himpang Lime Aku Menyanyi Nina Bobok

Perempuan tua yang termangu
sendiri sepi mengarungi waktu
kenapa kamu duduk di situ?
Ibu! Ibu!
Di mana rumahmu?
Di mana rumahmu?
Di mana rumah Hukum?
Di mana rumah Daulat Rakyat?
Di mana gardu jaga tentara
yang mau melindungi rakyat tergusur?
Di mana pos polisi
yang mau membela para petani
dari pemerasan pejabat desa?

Ibu! Ibu!
Kamu yang duduk termangu
terapung bagai tempurung di samudra waktu
berapa lama sudah kamu duduk di situ?
Berapa hari? Berapa minggu? Berapa bulan?
Berapa puluh tahun
kamu termangu di atas debu?
Apakah yang kamu harapkan?
Apakah yang kamu nantikan?
Apakah harapan pensiun guru di desa?
Apakah harapan tunjangan tentara
yang kehilangan satu kakinya?
Siapa yang mencuri laba dari rotan di hutan?
Siapa yang menjarah kekayaan lautan?

Baca Juga  Fisika itu Zat dan Energi, Kamu Tau Perbedaanya?

Ibu! Ibu!
Dari mana asalmu?
Apakah kamu dari Ambon?
Dari Aceh? Dari Kalimantan?
Dari Timor Timur? Dari Irian?
Nusantara! Nusantara!
Untaian zamrud tenggelam di lumpur!
Pengantin yang koyak dandanannya
dicemarkan tangan asing
tergolek di kebun kelapa kaya raya

 Puisi Ibu karya Chairil Anwar