Pemkab Beltim, Khairil menyatakan tidak ada target khusus terkait tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkades.

Namun Dia berharap masyarakat dapat sebanyak-banyaknya menyalurkan suara dan pilihannya.

“Karena ini demokrasi, sampaikanlah hak suara itu sebanyak mungkin. Jadi jangan sampai golput. Kalau bisa sebanyak-banyaknya, jangan pula di bawah 60 persen,” harap Khairil.

Minta Perusahaan Berikan Dispensasi ke Karyawan

Hal sama juga diungkapkan oleh Sekretaris Panitia Pilkades Serentak Pemkab Beltim Ronny Setiawan. Di mana tidak ada target jumlah pemilih minimal untuk pelaksanaan Pilkades.

“Tidak ada jumlah minimal pemilih. Hanya saja kita berharap jumlah pemilih itu tinggi, karena untuk legitimasi kepala desa terpilih,” kata Ronny.

Namun di sisa waktu ini Ronny meminta kepada seluruh panitia Pilkades di tiap desa dapat terus melaksanakan sosialiasi untuk gencar mengajak masyarakat menyalurkan hak pilihnya pada 11 Mei 2023 mendatang.

Baca Juga  Bulog dan Pemkab Beltim Teken Kesepakatan, Beli Beras Petani dan Jual ke ASN

“Kita juga minta partisipasi pihak perusahaan untuk dapat memberikan dispensasi bagi karyawannya yang akan menyalurkan hak suaranya. Walau dak bisa libur sehari, tapi bisa memberikan izin waktu dua-tiga jam dak masalah,” ujar Ronny.

Ronny bahkan mempersilahkan bagi panitia desa untuk melaporkan jika ada perusahaan yang tidak mendukung atau menghambat pelaksanaan Pilkades. Termasuk diantaranya melarang karyawan untuk ikut menyalurkan suaranya pada saat pencoblosan.

“Kalau ada perusahaan yang tidak suport dengan agenda pemerintah ini, tolong dikonfirmasikan atau dikoordinasikan ke kita. Nanti kita (Panitia Kabupaten) yang akan menyelesaikan ini,” ujar Ronny