Pasca Penembakan, MUI Pusat Lakukan Pembenahan Internal Security System
Diketahui, pelaku penembakan kantor MUI sempat menulis surat yang berisikan keinginan untuk dapat bertemu dengan ketua MUI. Namun, dalam surat yang beredar di media sosial, surat tersebut bukan merupakan surat resmi dari sebuah lembaga atauapun organisasi , didalamnya juga terdapat narasi ancaman.
Dalam hal ini Wasekjen MUI juga menegaskan bahwa adaministrasi merupakan landasan bagi MUI untuk dapat melayani para tamu yang ingin berkunjung. Namun dalam surat tersebut justru ditemui banyak kejanggalan.
“Sistem administrasi surat menyurat menjadi jaminan dasar MUI melayani. Kalau suratnya jelas, prihalnya jelas, nomor kontaknya jelas, ditujukannya jelas, tentu itu akan kita respon,” tutur Kiai Arif menegaskan.
“Namun setelah kita lihat dari surat-suratnya tidak memenuhi kualifikasi untuk bisa ditanggapi dengan prioritas bahkan kemudian terakhir kita lihat ada nada-nada ancaman, artinya kita tidak bisa menerima atau mengundang pihak-pihak yang mengancam keselamatan keamanan di wilayah MUI,” tegasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kiai Arif Fahrudin menyampaikan turut prihatin atas penyerangan yang terjadi di kantor MUI yang merupakan tempat para ulama, zuama dan cendekiawan Islam untuk membimbing, membina dan mengayomi umat.
Selain itu, beliau juga mendokan pelaku yang sudah meninggal agar mendapatkan maaf dari Allah Swt sehingga dosa-dosanya diampunkan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.