“Walaupun hujan badai tetep dilanjutkan. Tapi mudah mudahan aman lah. Gak ada pakai pawang hujan,” katanya.

Kurniaji, Koordinator Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang mengatakan biasanya jasa para pawang hujan ini juga melakukan prakiraan berdasarkan analisa BMKG. Namun pada saat musim pancaroba kondisi cuaca memang kerap berubah ubah.

“Sebelum beraktifitas mereka (pawang hujan) ini juga melihat dulu prakiraan. Kalau hujan mereka akan bilang hujan. Kalau panas mereka bilang panas. Kadang smartphone juga berpengaruh memberikan informasi. Ini diakui Mbak Rara juga kan kemarin dalam even Moto GP,” kata Kurniaji.

Baca Juga  7 Terdakwa Tipikor Pembiayaan Fiktif BPRS Cabang Toboali Divonis 4 Tahun Penjara