“Program reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk ada banyak bentuknya, seperti penenggelaman artificial reef. Tahun ini PT Timah Tbk berencana menenggelamkan 1.920 unit artificial reef. Selain itu juga melakukan restocking kepiting bakau, pemantauan kualitas air laut,” kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan.

Anggi mengatakan, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan merupakan komitmen PT Timah Tbk untuk menjadi perusahaan pertambangan kelas dunia yang ramah lingkungan.

Program reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk ini juga melibatkan masyarakat. Bahkan kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat.

Seperti yang disampaikan Ketua Nelayan Desa Gemuruh H.Idrus pihaknya sangat mendukung kegiatan restocking kepiting bakau, pasalnya akan memberikan dampak secara langsung bagi mereka.

Baca Juga  Dukung Perkembangan Ekonomi Kreatif di Belitung Timur, PT Timah Serahkan Bantuan untuk Teras Manggar

“Saya merasa senang dan sangat mendukung program restocking bibit kepiting bakau. Sebagai nelayan sangat senang karena nantinya akan memberikan dampak yang positif bagi kami, selain itu lingkungan sekitarnya pasti akan terjaga dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, kata dia kepiting bakau merupakan salah komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Apalagi permintaannya saat ini cukup banyak seiring dengan bertumbuhnya rumah makan seafood.

“Kita tahu bahwa saat ini masyarakat sangat menyukai makanan seafood,apalagi kepiting sudah menjadi wajib dalam hidangan seafood selain udang dan cumi dan saat ini banyak rumah makan seafood,” katanya.

Tahun ini, PT Timah Tbk berencana untuk melakukan restocking kepiting bakau sebanyak 1.400 ekor dan sudah terealisasi sebanyak 600 ekor di Pantai Kundur. (Adv)

Baca Juga  MIND ID dan PT Timah Ajak Jurnalis dan Mahasiswa Tunjukkan Karya Terbaiknya