Mengenal Pantang Larang (7)
6. Dak usahmakan/ minum sambil berdiri!
Dari segi etika, kegiatan ini kurang baik. Makan atau minum sambil berdiri, tenggorokan akan mengalami penyempitan. Hal ini membuat makanan atau minuman sulit masuk dan dicerna.
Kondisi makan atau minum sambil berdiri apalagi sambil berjalan membuat lambung menjadi iritasi dan muncul rasa sakit atau nyeri pada bagian perut.
Dari segi norma kesopanan, kegiatan ini tidak baik sebaiknya dihindari.
7. Dak usah duduk di atas meja!
Meja adalah tempat untuk menulis, tempat makan, minum, dan meletakkan barang-barang lainnya. Meja bukanlah untuk diduduki karena untuk duduk adalah kursi.
Duduk di atas meja adalah bentuk ketidakwajaran karena ditinjau dari segi etika, kegiatan ini tidaklah baik. Duduk yang baik pada kursi atau lesehan. Pepatah ini berkembang di tengah masyarakat sebagai norma kesopanan.
8. Nyapu jangan saat ada tamu di rumah!
Kegiatan menyapu rumah sebagai bentuk membersihkan lantai rumah dari debu dan kotoran lainnya. Tamu berkunjung ke rumah sebagai jalinan silaturrahmi antara tamu dan pemilik rumah.
Kegiatan menyapu saat ada tamu di rumah adalah bentuk ketidakhormatan tuan rumah terhadap tamu. Bisa jadi dengan menyapu saat tamu di rumah, tamu akan tersinggung. Oleh karena itu sebaiknya kegiatan ini dihindari.
9. Dak usah nganju benda tajam kek orang lain!
Jangan pernah mengarahkan benda tajam ke arah orang lain. Benda tajam sejatinya sangat berbahaya. Oleh karena itu dianjurkan untuk tidak mengarahkan benda tajam kepada orang lain karena dikhawatirkan akan menciderai orang lain (dilalok antu).
Kalaupun memberi senjata (parang misalnya) kepada orang lain, sebaiknya kita yang memegang bagian ujung benda tajam. Sementara bagian ulu/ gagang diarahkan ke orang lain yang memintanya.
10. Dak usah duduk di atas kubur!
Kalimat ini sebagai bentuk penghormatan kepada ahli kubur. Duduk di atas kubur atau jirat menunjukkan sikap yang kurang terpuji. Jika ditinjau dari etika, tidak baik. Duduk di atas jirat kubur menambah berat beban mayit. (Bersambung)
Meilanto, Pengajar di SDN 3 Koba, Penulis, Budayawan Bangka Tengah

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.