Tidur Dengan Mata Terbuka?, Cek Kesehatan Sekarang
Namun terkadang, tidur dengan mata terbuka juga bisa menjadi kondisi keturunan di dalam keluarga.
Adakah bahaya bila tidur dengan mata terbuka?
Kelopak mata memberi penghalang dan memberikan akses air mata untuk membasahi permukaan mata.
Pada air mata, terdapat antibiotik alami yang membantu membunuh virus dan bakteri yang mungkin masuk ke dalam mata.
Selain itu, air mata juga membantu menjaga lingkungan di sekitar mata tetap lembap agar sel-sel mata berfungsi dengan baik.
Bila kelopak mata tidak tertutup saat tidur, maka lapisan pelindung mata akan rusak. Akibatnya, mata jadi terpapar udara di sekitarnya secara langsung.
Hal ini dapat menyebabkan mata kering dan merah pada pagi harinya.
Dilansir dari Frontiers in Neurology, jika terus terjadi setiap Anda tidur, kemungkinan besar mata akan mengalami iritasi dan meradang hingga dapat membahayakan penglihatan Anda.
Bahaya yang bisa terjadi pada penglihatan seperti kerusakan pada kornea atau konjungtiva.
Adakah cara mendeteksi kebiasaan tidur dengan matan terbuka?
Mata perih dan merah saat bangun belum tentu gejala nocturnal lagophthalmos. Ditambah, Anda sendiri juga tidak bisa mengetahui apakah Anda tertidur dengan mata terbuka atau tidak.
Oleh karena itu, Anda harus memeriksakan diri ke dokter mata dan menjalani beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi Anda dan mendapat pengobatan yang tepat.
●Dokter mata biasanya bisa mengenali kondisi mata dari produksi air mata. Berikut beberapa tes yang bisa dilakukan untuk memeriksa air mata.
●Tes Schirmer, yaitu dengan mengukur jumlah air mata yang dihasilkan oleh mata. Tes dilakukan dengan menempelkan potongan kertas kecil di bawah kelopak mata baik bawah. Setelah beberapa menit, dokter akan menilai seberapa banyak air mata yang keluar.
Pemberian obat tetes mata dengan pewarna khusus yang diteteskan pada mata untuk melihat kondisi permukaan mata. Pola noda pada kornea bisa menandakan seberapa lama air mata menguap dari mata.
Bagaimana mengobati tidur dengan mata terbuka?
Sebenarnya, tidur dengan mata terbuka tidak selalu berakibat serius dan bisa diobati. Berikut beberapa pengobatan yang mungkin disarankan oleh dokter.
●Obat tetes mata, yang diteteskan beberapa kali sehari.
●Pelembap mata, berupa gel atau balsem, yang dioleskan sebelum tidur pada kornea. Balsem bisa menyebabkan pandangan buram, sehingga sebaiknya hanya digunakan sebelum tidur.
●Plester hipoalergenik, yang ditempelkan pada kelopak mata untuk membantunya tetap tertutup.
●Penutup mata, yang digunakan selama tidur untuk membantu mata tetap tertutup.
●Beban dari emas, yang bisa ditempelkan di luar kelopak mata, atau ditanamkan ke dalam kelopak mata melalui pembedahan. Beban bekerja dengan bantuan gravitasi untuk membantu mata tertutup dengan lebih baik saat berkedip dan tertidur.
●Lensa kontak untuk scleral (bagian putih mata) atau lensa berpori untuk kornea sebagai pengganti lapisan alami untuk melindungi permukaan mata.
Kesimpulan
Jika Anda khawatir memiliki kebiasaan tidur melek, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, khususnya dokter mata.
Tidur dengan mata terbuka cukup sulit untuk dideteksi karena gejalanya bisa menyerupai kondisi lain, seperti sindrom mata kering.
Efek akibat mata terbuka saat tidur bisa cukup parah. Namun, dengan pengobatan yang tepat, gejala kondisi ini bisa diredakan.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.