Oleh karena itu, nikmati waktu sarapan bersama si kecil setiap hari. Ketika anak melihat Anda sarapan, ia akan belajar dan paham bahwa sarapan itu penting bagi kesehatan.

Tanpa ayah dan ibu sadari, hal ini juga bisa mempererat hubungan antara orangtua dan anak.

3. Sajikan menu sarapan yang menarik

Memang anak malas sarapan kerap membuat orangtua kesal. Coba cara lain dengan menyajikan menu sarapan menarik sehingga si kecil mau melahapnya.

Ayah dan ibu bisa memberikan makanan kesukaannya, seperti itu telur ceplok atau dadar, ayam goreng, sayur bayam, dan sebagainya.

Kreasikan makanannya dengan bentuk yang menarik, misalnya membentuk nasi menjadi bola-bola, telur dadar sebagai selimut, dan sayur brokoli sebagai rambutnya.

Baca Juga  5 Cara Agar Mental Wanita Lebih Kuat, Harus Berani Lakukan Nomor 4 Ya

4. Beri menu berbeda

Terkadang, anak malas sarapan karena menunya sama dengan hari kemarin.

Ayah dan ibu bisa memberikan menu sarapan berbeda setiap hari supaya anak tidak cepat bosan.

Kalau hari ini sudah memberikan telur dadar sebagai sumber proteinnya, besoknya ganti dengan ayam goreng.

Untuk anak usia 2 tahun ke atas, setidaknya harus ada 3 sumber protein dalam menu sarapan anak.

“Sumber protein seperti telur, ikan, dan kacang sangat bagus, kandungan makro dan mikro dalam protein hewani cenderung lengkap,” ungkap Dr. Lanang.

Kalau tidak sempat menyiapkan sarapan untuk anak, Anda juga bisa membuat menu sarapan yang mudah dan praktis, seperti roti isi.

Baca Juga  Kepala Sering Pusing?, Kenali Vertigo yang Bisa Jadi Gejala Stroke

Orangtua juga bisa membawakan bekal untuk anak, misalnya buah dan susu. Bekal ini juga bisa anak makan di kendaraan atau sambil menunggu bel sekolah.

Hal yang paling penting adalah anak tidak malas sarapan karena makan pagi menjadi pondasi awal untuk kegiatan sehari-hari

Membiasakan sarapan setiap hari, membantu anak agar dapat mengawali hari dengan semangat, penuh energi, dan akhirnya berprestasi di sekolah.(***)