BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Deni Indra bersama Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi meresmikan Desa Sadai sebagai Kampung Bahari Nusantara (KBN) TNI AL LANAL Bangka Belitung di Desa Sadai, Senin (15/5/2023).

Dalam sambutannya Danlanal Babel (Kolonel Laut (P) Deni Indra  menyampaikan bahwa KBN merupakan salah satu perwujudan tugas TNI Angkatan Laut dimanapun bertugas di tuntut harus mampu berkontribusi aktif membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan, menjaga ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi daeran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kemanunggalan TNI dalam hal ini TNI Angkatan Laut bersama rakyat untuk kepentingan negara sehingga diharapkan terciptanya masyarakat maritim yang cinta dan melestarikan laut daerahnya.

Baca Juga  Selesaikan Pelatihan Koding dan AI, Puluhan Guru di Basel Semakin Siap Hadapi Tantangan Pembelajaran Masa Depan

“Perencanaan KBN ini merupakan bentuk nyata realisasi perintah dari pimpinan TNI Angkatan laut untuk membentuk sebuah Kampung atau Desa para nelayan yang dapat di kembangkan sebagai kampung utama yang mandiri, berkonsep maritim dengan tujuan kesejahteraan para nelayan,” ungkapnya.

“Selain itu kegiatan pencanagan KBN ini juga bertujuan untuk mensukseskan program ketahanan pangan pemerintah dan mengimplementasikan kegiatan pembinaan TNI Angkatan Laut kepada masyarakat pesisir yang berkaitan dengan potensi maritim,” sebutnya.

Dirinya juga menjelaskan terpilihnya Dusun Nipah Kuning Desa Sadai ini sebagai KBN, karena masuk dalam kriteria KBN yang ditandai dengan adanya tempat edukasi seperti sekolah, tempat wisata kesehatan dan ketanahan pangan.

Lebih jauh lagi dirinya menyampaikan bahwa potensi yang dapat dikembangkan di Dusun Nipah Kuning ini antara lain Budidaya Kepiting Bakau, Wisata Mangrove dan pengrajin kulit kerang, lalu Dusun Nipah Kuning ini juga memlikiki lokasi untuk pembangunan tambatan perahu bagi nelayan dan merupakan penghasil kerang terbesar di Kabupaten Bangka Selatan.

Baca Juga  Puluhan Emak-emak Unjuk Rasa di Kantor Bupati Basel, Protes Harga Timah hanya Dibeli Rp75 Ribu per Kilogram

“Kawasan ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai tempat berbagai ativitas perikanan dan perdagangan komoditas dan produk perikanan. Program KBN ini tentunya masih jauh dari tujuan akhir kita yaitu mensejahterakan masyarakat nelayan namun kiranya program ini dapat menjadi momentum dan tonggak amal kita untuk bersama-sama mencurahkan segala tenaga pikiran demi mewujudkan nelayan sejahtera, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dan pariwisata meningkat serta menjdi Ring Of Beauty Indonesia,” tukasnya.